Headlines News :

Ads google

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours
Jl. Gn. Bawakaraeng No. 111E (Depan SPBU Terong) Telp. 0411-420600 WA 085395591962 Makassar

Propellerads

PropellerAds
Home » , , » November 2018, Sulsel Alami Inflasi Setengah Digit

November 2018, Sulsel Alami Inflasi Setengah Digit

Written By Admin Iskandar on Selasa, 04 Desember 2018 | 01.59.00

Potret pergerakan inflasi Sulsel pada Nopember 2018.
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Sulawesi Selatan (Sulsel) pada November 2018 mengalami inflasi 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,73.

Dari 5 kota IHK di Sulsel, empat kota (Bulukumba, Watampone, Palopo dan Makassar) mengalami inflasi, sedangkan satu kota lainnya (Parepare) mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bulukumba sebesar 0,41 persen dengan nilai IHK sebesar 140,99.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel yang dirilis 2 Desember 2018 menyebutkan, inflasi yang terjadi di Sulsel itu disebabkan oleh naiknya harga pada enam kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya IHK pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan (1,18 %); kelompok kesehatan (0,30 %); kelompok sandang (0,17 %); kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,14 %); kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,10 %); kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,07 %); sementara kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks harga (minus 0,04 %).

Laju inflasi tahun kalender (Januari-November 2018) Sulsel sebesar 2,62 persen, dan laju inflasi year on year (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 3,68 persen.

Penghitungan inflasi/deflasi Sulawesi Selatan bulan November 2018 didasarkan pada hasil Survei Harga Konsumen yang dilakukan oleh BPS Provinsi Sulawesi Selatan pada pasar tradisional dan pasar modern/swalayan di 5 kota IHK nasional yaitu : Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo.

Pada November 2018, di Sulawesi Selatan terjadi inflasi sebesar 0,28 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,36 pada Oktober 2018 menjadi 134,73. Tingkat inflasi tahun kalender November 2018 sebesar 2,62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 3,68 persen.

Terjadinya inflasi di Sulawesi Selatan pada November 2018 disebabkan oleh naiknya harga pada enam kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga konsumen (IHK) pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,18 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; kelompok sandang sebesar 0,17 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,14 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,10 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,07 persen; sementara itu kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,04 persen.

Beberapa komoditas yang memberikan andil/sumbangan tertinggi terhadap inflasi Sulawesi Selatan pada November 2018 antara lain: tarif angkutan udara, cabe merah, wortel, kacang panjang, telur ayam ras, upah tukang bukan mandor, pisang, cumi-cumi, udang basah dan apel.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: kangkung, tomat buah, tomat sayur, sawi hijau, daging ayam ras, ikan layang, bayam, ikan bandeng, ikan cakalang dan ikan merah.

Pada perubahan indeks harga konsumen November 2018, enam kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan positif dan satu lainnya memberikan andil negatif. Adapun kelompok pengeluaran dengan andil positif yaitu kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,2096 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0323 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0144 persen; kelompok sandang sebesar 0,0128 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0100 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,0051 persen. Sedangkan kelompok yang memberikan andil negatif yaitu kelompok bahan makanan sebesar minus 0,0079 persen.

Pada Nopember 2018 bulan sebelumnya Sulsel juga mengalami inflasi sebesar 0,28 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November 2018) sebesar 2,62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 3,68 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2017 dan 2016 masing-masing sebesar 3,37 persen dan 2,63 persen.

Tingkat inflasi tahun ke tahun untuk November 2017 dan November 2016 masing-masing sebesar 3,68 persen dan 3,34 persen.

Sementara Kota Makassar pada November 2018 ini mengalami inflasi 0,30 persen, atau terjadi perubahan indeks harga konsumen (IHK) dari 135,03 pada bulan Oktober 2018 naik menjadi 135,44 pada bulan November 2018.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-November 2018) sebesar 2,53 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 3,65 persen.

Inflasi di Kota Makassar pada November 2018 disebabkan oleh naiknya indeks harga pada enam kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga konsumen (IHK) pada kelompok kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,48 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen; kelompok sandang sebesar 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,15 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen; sementara itu kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,08 persen.

Ditanya soal terjadinya inflasi pada kelompok kesehatan dimana seiring dengan adanya program pemerintah bidang kesehatan gratis berupa BPJS kesehatan atau KIS, Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, menjelaskan inflasi itu terjadi pada naiknya tarif biaya pemeriksaan dokter, harga obat dengan resep dokter, obat batuk, tetapi tidak ditanggung langsung oleh pasien.

"Jadi kenaikan biaya pemeriksaan dokter dan harga obat-obatan itu akan dikonversi oleh penyedia jasa layanan kesehatan. Dan secara umum inflasi yang terjadi itu adalah inflasi yang masih sangat terkendali," pungkasnya. (iskandar)
____________________

Alamat Redaksi: Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 085395591962 - 081342377788 - 085255426133 Makassar Sulsel. Pem Red/Pen Jab: Andi Iskandar. WA App. Android: 085395591962. Web: http://www.komandoplus.com/ Email: redaksikomandonews@gmail.com Wartawan media online komandoplus.com dalam menjalankan tugas dibekali kartu pers yang masih berlaku.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber
_____________