Headlines News :

Ads google

Adv google

Propellerads

PropellerAds
Home » , » Sudah Tiga Tahun Listrik PLN Mati-Nyala, Warga Pulau Tanakeke Mengeluh

Sudah Tiga Tahun Listrik PLN Mati-Nyala, Warga Pulau Tanakeke Mengeluh

Written By Admin Iskandar on Rabu, 24 Oktober 2018 | 13.15.00


TAKALAR - KOMANDOPLUS : Sejak sekitar tiga tahun belakangan, layanan listrik PLN di Pulau Tanakeke kecamatan Mappakasunggu kabupaten Takalar dikeluhkan warga setempat lantaran energi listrik yang disuplay dari dua sumber pembangkit listrik milik PLN itu sering mengalami mati nyala menyebabkan sejumlah alat elektronik rumah tangga milik warga di desa Maccini Baji dan desa Tompotana menjadi rusak.

Pulau Tanakeke, sebuah pulau yang menjadi bagian dari pemerintahan administratif kecamatan Mappakasunggu kabupaten Takalar didiami oleh sekitar hampir seribuan pelanggan PLN pengguna meter analog.

Mesin genset baru yang menyalurkan listrik mati-nyala
di Pulau Tanakeke Takalar 
Di pulau tersebut, terdapat dua sumber pembangkit listrik yakni pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terletak di desa Tompotana, dan pembangkit listrik Genset di desa Maccini Baji.

Menurut warga setempat, ketika pada sekitar tiga tahun yang lalu dimana ke dua pembangkit listrik itu berfungsi semua, maka pelanggan listrik di pulau itu benar-benar menikmati layanan listrik yang maksimal sebab bisa digunakan siang dan malam selama 24 jam.

Namun sejak pembangkit listrik tenaga surya yang terletak di desa Tompotana tidak berfungsi karena mengalami kerusakan beberapa tahun tahun lalu, sejak itu pula aliran listrik sudah menjadi tidak normal sebab hanya disuplay oleh mesin genset.

Ihwal rusaknya pembangkit listrik tenaga surya itu sehingga tidak dapat lagi diperbaiki menurut petugas operatornya yang diteruskan oleh warga masyarakat bahwa ada alatnya yang tidak tersedia kecuali didatangkan dari Jerman.

Salawati dan Dg, Ngai, dua orang ibu rumah tangga di desa Maccini Baji mengaku kesal lantaran aliran listrik kerap mati-nyala membuat sejumlah alat elektronik rumah tangga miliknya mengalami kerusakan yakni seperti kulkas, televisi dan kipas angin.

Begitu juga dengan Rombo, ibu rumah tangga di desa Tompotana, itu juga mengaku mengalami hal yang sama.

"Lebih menyesalkan lagi, selain kerap mati-nyala, juga listriknya hanya ada pada saat sore hingga pagi. Bahkan biasa kalau sudah subuh sudah mati total pak," kata warga setempat secara setentak.

"Dulu kita pake meter kwh piringan, sekarang sudah diganti menjadi meter analog. Kita daftar untuk sambungan baru 900 watt biayanya Rp 3 juta per KK. Tidak tau mi kalau sekarang berapa mi biayanya pak," tambah mereka.

Wartawan yang pada Sabtu (21/10/2018) saat menyambangi pulau itu dan bermalam di rumah warga desa Maccini Baji menyaksikan mesin genset dihidupkan pada sekitar pukul 17.00 sore. Ketika awal dihidupkan, hanya beberapa menit berselang mesin tersebut tiba-tiba saja mengalami mati berikut listrik yang dialirkan juga terputus.

Tokoh masyarakat  desa Maccini Baji, Dg. Ngitung
Petugas jaga mesin, Ikbal, yang hendak ditemui tidak berhasil sebab tidak ada di tempat, dan kabarnya sedang berada di Palu. Namun menurut operatonya, Akbar, mesin genset tersebut adalah mesin baru sebagai mesin pengganti yang lama. Tapi dia sendiri tidak tahu persis penyebab seringnya terjadi mesin mendadak mati.

Dan pada Sabtu (21/10/2018) malam, aliran listrik di desa Tompo Tana dan desa maccini baji setidaknya tiga kali mengalami mati-nyala, dan hingga pada pukul 24.00 dini hari aliran listrik tersebut sudah mati total.

Seorang tokoh masyarakat desa Maccini Baji, Dg. Ngitung, yang dihubungi di rumahnya membenarkan banyaknya warga yang mengeluhkan terjadinya mati-nyala listrik yang menyebabkan kerusakan pada alat elektronik rumah tangga.

Menurut mantan sekretaris desa Maccini Baji itu, keadaan itu sudah lama berlangsung sejak sekitar tiga tahun yang lalu hingga sekarang.

"Dulu pak, waktu mesin PLTS itu berfungsi, listrik di sini menyala siang malam. Tapi setelah PLTS itu tidak berfungsi, listrik hanya menyala pada malam hari. Dan sering mati-hidup. Banyak barang elektronik menjadi rusak," ungkapnya.

Kepala Desa Maccini Baji Pulau Tanakeke Takalar,
Siala Dg. Ngawing.
Kepala Desa Maccini baji, Siala Dg. Ngawing, yang ditemui di dermaga perahu kayu kecamatan Mappakasunggu juga membenarkan terjadinya aliran listrik yang kerap mati-nyala.

Dia berharap agar ada perbaikan pelayanan agar masyarakat tidak mengeluh dan dapat lagi menikmati aliran listrik normal sebagaimana tiga tahun sebelumnya.

Prihal itu ditanggapi oleh Ketua Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara RI (KOMNAS WASPAN) di Makassar, Drs. Sjaffry Sjamsuddin, mengatakan hendaknya pihak PLN tidak melakukan pembiaran seperti ini.

"Masa sudah tiga tahunan keadaan itu berlangsung hingga sekarang tidak ada perbaikan. Ini adalah keteledoran sehingga terjadi pembiaran," katanya.

Syaffry memandang kondisi itu menimbulkan kerugian di semua pihak. Yakni pihak PLN sendiri menderita kerugian lantaran tetap membayar gaji karyawannya ditengah minimnya pendapatan, sedangkan pihak pemerintah desa juga menderita kerugian disebabkan selain tetap membayar pulsa listrik namun tidak dapat mengerjakan pekerjaan administrasi pemerintahannya yang menggunakan perangkat elektronik untuk dikerjakan pada siang hari. Serta pelanggan PLN dari kalangan warga masyarakat setempat selain tidak puas menikmati listrik, juga sejumlah barang ektronik rumah tangganya mengalami kerusakan seperti kulkas, televisi dan kipas angin.

Selain itu menurutnya, PLTS yang ada di Desa Tompo Tana yang dibangun dengan dana milyaran rupiah menjadi mubazir jika dibiarkan tetap dalam kondisi rusak tanpa dilakukan perbaikan hingga dapat difungsikan kembali. (*)

Laporan/Editor: Iskandar.
____________________

Alamat Redaksi: Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 085395591962 - 081342377788 - 085255426133 Makassar Sulsel. Pem Red/Pen Jab: Andi Iskandar. WA App. Android: 085395591962. Web: http://www.komandoplus.com/ Email: redaksikomandonews@gmail.com Wartawan media online komandoplus.com dalam menjalankan tugas dibekali kartu pers yang masih berlaku.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber
_____________