Headlines News :

Ads google

Adv google

Propellerads

PropellerAds
Home » , , » Miliki Handak Ikan, Delapan Belas Nelayan Ditangkap

Miliki Handak Ikan, Delapan Belas Nelayan Ditangkap

Written By Admin Iskandar on Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03.13.00

Para tersangka pelaku
SINJAI - KOMANDOPLUS : Sebanyak delapan belas orang nelayan ditangkap oleh Unit Resmob Polres Sinjai karena memiliki dan menguasai bahan peledak (Handak) untuk bom ikan baru-baru ini.

Mereka ditangkap di desa Pattongko kecamatan Tellulimpoe kabupaten Sinjai sekitar pukul 04.00 wita oleh unit Resmob Polres Sinjai dipimpin langsung Kanit Resmob IPDA SANGKALA S.H.

Adapun identitas para terduga pelaku yakni:

Nama : ANTO
Umur : 31 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Bombana

Nama : SUKRI
Umur : 53 thn
Pek. : Nelayan
Alamat: Pattongko kabupaten Sinjai

Nama : WAHYUDI
Umur : 24 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Kabupaten Bulukumba

Nama : ARDI
Umur : 21 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Bombana

Nama : JAENUDDIN
Umur : 23 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Bombana

Nama : SAFAR
Umur : 32 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Bombana

Nama : RUSLI
Umur : 23 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Bombana

Nama : TIKA
Umur : 25 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Bombana

Nama : SARUDDIN
Umur : 28 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Bombana

Nama : RISMAN
Umur : 25 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Bombana

Nama : USMAN
Umur : 51 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Kabupaten Sinjai

Nama : ODDANG
Umur : 31 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Kabupaten Sinjai

Nama : M. YUNUS
Umur : 32 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Kabupaten Sinjai

Nama : USMAN
Umur : 32 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Kabupaten Sinjai

Nama : RESKIYANTO
Umur : 25 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Kabupaten Sinjai.

Nama : SUKARDI
Umur : 28 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Kabupaten Sinjai

Nama : CUDDUNG
Umur : 28 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat: Kabupaten Sinjai

Nama : HARIS
Umur : 24 tahun
Pekerjaan : Nelayan
Alamat : Kabupaten Sinjai.

Sejumlah barang bukti yang disita polisi
Selain menangkap terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa :

- 25 ( pieces) Batang Detonator ukuran besar.
- 255 (pieces) Batang Detonator ukuran kecil.
- 200 Sumbu ledak.
- 146 penutup botol / sendal.
- 7 dos korek kayu
- 3 jiregen ukuran 35 liter pupuk matahari yg sdh diolah.
- 2 gulung selang warna hijau
- 23 buah botol kaca.
- 16 buah botol plastik.

Informasi yang diperoleh, sebelum penangkapan terjadi, polisi melakukan penyelidikan selama dua minggu terakhir, dan pada hari Rabu tanggal 17 Oktober 2018 sekitar pukul 20.00 wita Unit Resmob Polres Sinjai melakukan pengintaian di desa Pattongko kecamatan Tellulimpoe kabupaten Sinjai tepatnya di sungai dekat muara, dan saat itu ada kapal nelayan yang bersandar dan yang mau keluar ke laut mencari ikan.

Pada pukul 04.00 wita Unit Resmob melakukan penggeledahan badan dan kapal serta penangkapan terhadap para nelayan atau terduga pelaku bom ikan yang berada di atas kapal, dan dari atas kapal ditemukan barang bukti tersebut.

Selanjutnya para terduga dan barang bukti diamankan di Polres Sinjai untuk proses lebih lanjut.

Untuk diketahui, setidaknya ada tiga jenis cara tangkap ikan di laut yang dilarang karena menimbulkan kerusakan biota laut, yakni menggunakan bahan peledak, menggunakan bius potassium sianida, dan menggunakan pukat harimau (trowl).

Penggunaan bahan peledak sebagai bom ikan dapat menimbulkan kerusakan karang laut jika bom ikan tersebut dilemparkan ke laut dangkal dan mengenai karang laut. Begitu juga jika salah dalam perlakuan, maka bom ikan tersebut dapat mematikan si pelempar bom beserta orang di sekitarnya berikut perahunya.

Hanya saja, nelayan bom ikan lazimnya melemparkan bom ikan di laut dalam dengan perhitungan akan meledak pada sekitar dua atau lima meter di bawah permukaan laut dimana terdapat gerombolan ikan.

Sengatan listrik yang ditimbulkan oleh ledakan bom tersebut itu akan menjadikan ikan lemas dan tak berdaya. Kecuali bom mengenai badan ikan maka ikan menjadi hancur. Dan tidak semua jenis ikan terpengaruh dengan ledakan bom ikan, misalnya ikan cakalang.

Salah satu tanda ikan yang ditangkap karena pengaruh bom ikan yakni selain tulangnya lemah juga perut ikan pecah dan keluar ususnya.

Lokasi yang telah diledakkan bom ikan biasanya akan didatangi oleh nelayan pemancing untuk menangkap ikan besar yang memangsa sisa ikan yang tidak terambil.

Sedangkan penangkapan ikan menggunakan bius potassium sianida yakni untuk menangkap ikan dalam keadaan hidup. Lazimnya itu digunakan nelayan untuk menangkap ikan kerapu atau ikan Sunu yang umumnya berada di area bebatuan atau karang laut. Karang laut yang telah tercemari dengan cairan potassium sianida lambat laun akan berubah warna menjadi putih dan selanjutnya akan mengalami kematian. Area laut yang telah tercemari dengan cairan potassium sianida tidak akan didatangi oleh nelayan pemacing melainkan justru akan ditinggalkan sebab tidak ada lagi biota laut yang hidup di area tersebut.

Sementara penangkapan ikan menggunakan pukat trawl yakni pukat ditarik dengan menggunakan kapal. Pukat bekerja di bawah dasar laut dengan menyeret segala benda yang terdapat di dasar laut, baik itu ikan atau hewan laut lainnya maupun bebatuan termasuk karang laut dan anakan ikan sehingga menurunkan populasi kehidupan ikan di laut secara umum. (*)

Laporan: Sambar.
Editor: Iskandar.
____________________

Alamat Redaksi: Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 085395591962 - 081342377788 - 085255426133 Makassar Sulsel. Pem Red/Pen Jab: Andi Iskandar. WA App. Android: 085395591962. Web: http://www.komandoplus.com/ Email: redaksikomandonews@gmail.com Wartawan media online komandoplus.com dalam menjalankan tugas dibekali kartu pers yang masih berlaku.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber
_____________