Headlines News :

Ads google

Adv google

Home » , , , » Kredit "Menyimpang" Resahkan Warga Desa Barambang Sinjai

Kredit "Menyimpang" Resahkan Warga Desa Barambang Sinjai

Written By Admin Iskandar on Sabtu, 15 September 2018 | 12.58.00

(Dari kiri) Muslimin, Bahtiar, Renreng, dan Buhari
SINJAI - KOMANDOPLUS : Pasca dihebohkan oleh ditemukannya batu "aneh" beberapa hari yang lalu, kini desa Barambang kecamatan Sinjai Borong kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan kembali menjadi heboh lantaran merebaknya kabar kredit KUR (kredit usaha rakyat, red) yang menyimpang. Yakni dinyatakan telah cair namun tidak sampai kepada debitur.

Disebutkan, sekitar seratus orang petani telah diusulkan secara kolektif untuk memperoleh fasilitas kredit KUR, satu diantaranya dinyatakan telah cair dana kreditnya sementara yang bersangkutan mengaku tidak pernah menerima uang pinjaman kredit itu.

Ke seratus orang warga pemohon kredit KUR tersebut adalah kalangan petani yang tergabung di dalam empat kelompok tani (KT) masing-masing KT Lembang Cagoe diketuai Renreng beranggotakan 25 0rang, KT. Hiring Avareng-1 diketuai Muslimin beranggotakan 25 orang, KT Avaren Hiring Avaren-II diketuai Bahtiar beranggotakan 25 orang beralamat Dusun Bonto Manai, dan KT Katute-III diketuai Basri T beranggotakan 25 orang di Dusun Katute Desa Barambang Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai.

Informasi yang diperoleh, diketahuinya bahwa ada pencairan dana kredit namun belum diterima oleh pemohon kredit, yakni ketika salah seorang anggota KT Cagoe bernama Baharuddin hendak mengajukan kredit sejenis di bank BRI setempat, menyusul permohonan kreditnya di bank Artha Graha Bone sejak juni 2018 lalu hingga tiga bulan kemudian, tidak juga cair. Padahal berkasnya dinyatakan telah lengkap.

Merasa permohonan kreditnya di bank Artha Graha tidak bisa diharapkan lagi, maka Baharuddin beralih mangajukan kredit sejenis di bank BRI pada Senin 12 September 2018. Herannya, bank BRI menolak permohonannya sebab Baharuddin telah tercatat sebagai debitur KUR di bank lain (Bank Arta Graha) sejak sekitar bulan Juni 2018 lalu sebesar Rp 25 juta.

(Dari kiri)  Surveyor Bank Arta Graha Sinjai, Amar Ma'ruf  dan AS
Ihwal yang semakin mengherankannya, sebab Baharuddin mengaku selain tidak pernah menerima dana pencairan pinjaman kredit dari bank Artha Graha yang pernah dia mohonkan, juga jumlah kredit yang pernah diusulkan hanya sekitar Rp 2 hingga 7 juta sesuai kebutuhan, bukan Rp 25 juta.

Kepala Desa Barambang, Buhari, yang dikonfirmasi membenarkan bahwa Baharuddin, warganya itu terklaim sebagai nasabah debitur KUR di bank Artha Graha sehingga permohonan kreditnya di BRI ditolak. Padahal tidak pernah menerima dana.

"Ada pencairan dana atas nama Baharuddin di bank Arta Graha Bone tanggal juni 2018. Jadi permohonannya ditolak di bank BRI karena masih ada kreditnya sebanyak Rp. 25 juta," ungkap Buhari.

Ihwal tersebut meresahkan 99 orang pemohon kredit KUR lainnya sebab kuatir kondisi tersebut juga akan menimpa dirinya.

Terkait ihwal pencairan dana kredit KUR yang tidak sampai ke petani itu, Buhari menyesalkan sikap seorang oknum warga berinisial AS yang ternyata pernah diberi amanah dan kepercayaan untuk mengurus perolehan fasilitas kredit KUR bagi warga petani.

AS selain dikenal sebagai salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi terkenal, juga diketahui sebagai kader salah satu organisasi pemuda.

Sayangnya hingga saat ini AS belum berhasil dikonfirmasi terkait pengurusan dana fasilitas KUR yang pernah dikelolanya.

Surveyor Bank Arta Graha kabupaten Sinjai, Amar Ma'ruf, yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa jika ada warga masyarakat yang telah tercatat sebagai debitur, maka namanya juga akan terdeteksi di bank lain, sebab antar satu bank dengan bank lainnya saling terconnect (terhubung).

Amar Ma'ruf membenarkan bahwa AS pernah mengurus fasilitas KUR untuk warga petani.

"Memang pendampingku yang kemarin itu tapi sudah berhenti bos. Itu atas nama Arif Suriadi. itu sudah berhenti," ungkap Amar Ma'ruf sembari menambahkan bahwa kalau yang telah mendaftar itu jelas sudah terdaftar, memang datanya sudah lolos.

"Ini khan yang saya kelola adalah KUR khan 25 juta rupiah jumlahnya," tambahnya.

Amar Ma'ruf menjelaskan, soal pencairan dana itu dilakukan secara bertahap, apalagi sementara dilakukan perbaikan internal di tempat kerjanya untuk meningkatkan pelayanan.

"Yang namanya proses percairan pasti bertahap, mungkin ta'dua atau ta'tiga dan sekian-sekian yang cair uangnya, dan insya Allah minggu ini uangnya akan dicairkan. Ini dalam proses pencairan di bank Arta Graha. ini kesalahpahaman ji sebetulnya," tandas Amar Ma'ruf.

Sementara Ketua Karang Taruna Dinru Tallua Desa Barambang, Taufik Akbar, tampak geram mendengar informasi ini.

"Saya sangat berharap kepada pihak yang berwajib untuk segera menindaklanjuti masalah ini dalam waktu singkat, sebab jangan sampai ada gerakan tambahan yang menyusul dari warga karena merasa diresahkan," tutup Taufik berharap. (*)

Laporan: Sambar.
Editor: Iskandar.
____________________

Alamat Redaksi: Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 085395591962 - 081342377788 - 085255426133 Makassar Sulsel. Pem Red/Pen Jab: Andi Iskandar. WA App. Android: 085395591962. Web: http://www.komandoplus.com/ Email: redaksikomandonews@gmail.com Wartawan media online komandoplus.com dalam menjalankan tugas dibekali kartu pers yang masih berlaku.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber
_____________