Headlines News :

Ads google

Adv google

Home » , , , » Agustus 2018, Ekspor Anjlok Impor Naik Tipis, Sulsel Alami Defisit

Agustus 2018, Ekspor Anjlok Impor Naik Tipis, Sulsel Alami Defisit

Written By Admin Iskandar on Selasa, 18 September 2018 | 17.20.00

Potret pergerakan ekspor Sulsel.
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Perkembangan ekspor dan impor Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Agustur 2018 yang ditunjukkan oleh lebih besarnya nilai Impor
US$ 106,30 Juta dibandingkan nilai ekspor US$ 99,56 Juta sehingga berakibat pada terjadinya defisit.

Data Badan Pusat Statistik Sulsel per Agustus 2018 yang dirilis pertengahan september 2018 mencatat, nilai ekspor yang dikirim dari Sulsel pada bulan Agustus 2018 tercatat mencapai US$ 99,56 Juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 10,96 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan Juli 2018 sebelumnya yang mencapai US$ 111,81 Juta.

Sementara itu, capaian Agustus 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 17,77 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 84,54 Juta.

Tercatat lima komoditas utama yang diekspor pada bulan Agustus 2018 yaitu nikel; biji bijian berminyak dan tanaman obat; kakao/cokelat; garam, belerang dan kapur; serta ikan, udang serta hewan air tidak bertulang belakang lainnya dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 67,02 persen, 9,93 persen, 6,14 persen, 5,29 persen dan 2,88 persen.

Sebagian besar ekspor pada bulan Agustus 2018 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Malaysia dan Filipina dengan proporsi masing-masing 70,53 persen, 14,54 persen, 3,11 persen, dan 3,06 persen.

Potret pergerakan impor Sulsel
Menurut jenis komoditas, Nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar dari Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2018 dengan nilai sebesar US$ 66,73 juta (67,02 persen); disusul komoditas biji-bijian berminyak dan tanaman obat sebesar US$ 9,88 juta (9,93 persen); kakao/cokelat sebesar US$ 6,11 juta (6,14 persen); garam, belerang dan kapur sebesar US$ 5,27 Juta (5,29 persen); serta ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya sebesar US$ 2,87 Juta (2,88 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.

Bila dibandingkan dengan Juli 2018 sebelumnya, maka komoditas nikel ini menurun 15,90 persen; biji-bijian berminyak dan tanaman obat menurun 26,72 persen; kakao/cokelat meningkat 107,84 persen; garam, belerang dan kapur meningkat 48,58 persen serta ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya meningkat 6,24 persen.

Menurut negara tujuan, ekspor Sulsel pada bulan Agustus 2018 dengan nilai empat terbesar yaitu ke Jepang dengan nilai sebesar US$ 70,21 juta (70,53 persen); disusul Tiongkok dengan nilai US$ 14,48 juta (14,54 persen); Malaysia dengan nilai US$ 3,10 juta (3,11 persen); dan Filipina dengan nilai US$ 3,05 Juta (3,06 persen) dari total nilai ekspor Sulsel.

Dibandingkan dengan bulan Juli 2018 sebelumnya, nilai ekspor ke Jepang turun sebesar 15,52 persen, nilai ekspor ke Tiongkok turun sebesar 22,16 persen, nilai ekspor ke Malaysia meningkat sebesar 195,81 persen dan nilai ekspor ke Filipina menurun sebesar 10,15 persen.

Neraca perdagangan Sulsel menunjukkan angka defisit pada Agustus 20018
Dibandingkan dengan bulan Juli 2018 sebelumnya, nilai impor dari Singapura turun sebesar 17,59 persen; nilai impor dari Thailand meningkat sebesar 104798,57 persen; dan nilai impor dari Tiongkok meningkat sebesar 43,03 persen. 


Jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2017 maka nilai ekspor ke Jepang mengalami peningkatan 29,40 persen, nilai ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 28,21 persen, dan nilai ekspor ke Malaysia meningkat sebesar 11,41 persen dan nilai ekspor ke Filipina meningkat 2079,51 persen.

Soal impor, nilai impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Provinsi Sulsel pada bulan Agustus 2018 tercatat mencapai US$ 106,30 Juta. Angka ini mengalami peningkatan 6,95 persen bila dibandingkan nilai impor bulan Juli 2018 yang mencapai US$ 99,40 Juta.

Sementara itu, capaian Agustus 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 7,20 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 99,16 Juta.

Lima komoditas utama yang diimpor pada bulan Agustus 2018 yaitu bahan bakar mineral; gula dan kembang gula; gandum ganduman; pupuk; dan ampas/sisa industri makanan dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 34,73 persen, 16,91 persen, 11,93 persen, 7,70
persen dan 5,28 persen.

Sebagian besar impor pada bulan Agustus 2018 didatangkan dari Singapura, Thailand, Tiongkok dan Kanada dengan proporsi masing-masing 38,49 persen, 20,08 persen, 15,59 persen dan 8,25 persen.

Menurut jenis komoditas, nilai impor terbesar adalah dari komoditas bahan bakar mineral dengan nilai sebesar US$ 36,92 juta (34,73 persen); gula dan kembang gula dengan nilai sebesar US$ 17,98 juta (16,91 persen); gandum ganduman dengan nilai sebesar US$ 12,68 juta (11,93 persen); pupuk dengan nilai sebesar US$ 8,18 juta (7,70 persen); serta ampas/sisa industri makanan dengan nilai sebesar US$ 5,61 Juta (5,28 persen) dari total nilai impor Provinsi Sulsel.

Dibandingkan dengan Juli 2018 maka bahan bakar mineral mengalami penurunan 25,37 persen; gula dan kembang gula naik 43381,58 persen; gandum ganduman turun 40,16 persen; serta ampas/sisa industry makanan mengalami penurunan sebesar 56,89 persen.

Neraca perdagangan Sulsel menunjukkan angka defisit pada periode sebelumnya
Januari - Juli 2017
Menurut negara asal, tercatat empat negara pemasok terbesar yaitu dari Singapura dengan nilai sebesar US$ 40,91 juta (38,49 persen); disusul Thailand dengan nilai US$ 21,35 juta (20,08 persen); Tiongkok dengan nilai US$ 16,58 juta (15,59 persen) dan Kanada dengan nilai US$ 8,77 Juta (8,25 persen) dari total nilai impor Sulsel.

Jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2017 tahun sebelumnya, maka nilai impor dari Singapura mengalami peningkatan 295,83 persen; nilai impor dari Thailand meningkat sebesar 72,17 persen; nilai impor dari Tiongkok naik sebesar 194,83 persen; dan nilai impor dari Kanada meningkat 7,19 persen.

Karena besarnya nilai impor dibandingkan nilai ekspor Sulsel pada Agustus 2018 sehingga neraca perdagangan Sulsel menunjukkan angka defisit sebesar US$ 6,74 Juta. Begitu juga pada bulan yang sama tahun sebelumnya, Agustus 2017, Sulsel tercatat mengalami defisit sebesar US$ 14,62 Juta. (iskandar)
____________________

Alamat Redaksi: Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 085395591962 - 081342377788 - 085255426133 Makassar Sulsel. Pem Red/Pen Jab: Andi Iskandar. WA App. Android: 085395591962. Web: http://www.komandoplus.com/ Email: redaksikomandonews@gmail.com Wartawan media online komandoplus.com dalam menjalankan tugas dibekali kartu pers yang masih berlaku.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber
_____________