Surat UN SWISSINDO Diterima di Kantor Staf Presiden - Komando Plus
Headlines News :

Ads google

Adv google

Home » , , , » Surat UN SWISSINDO Diterima di Kantor Staf Presiden

Surat UN SWISSINDO Diterima di Kantor Staf Presiden

Written By Admin Iskandar on Senin, 30 Juli 2018 | 03.00.00

Salah seorang petugas Kantor Staf Presiden saat menerima dokumen UNS
yang diserahkan oleh Konsultan UNS, Haris Baginda (kanan).
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Sejak munculnya ke permukaan pada pertengahan tahun 2016 yang lalu, kabar tentang lembaga United Nations Swiss-Indonesia (UN SWISSINDO) sempat meredup, Namun kini kembali menjadi hangat menyusul penyerahan dokumen UN SWISSINDO ke kantor staf presiden oleh konsultan UN SWISSINDO, Haris Baginda.

Melalui pesan whatApps (WA), Haris Baginda mengabarkan kepada redaksi bahwa surat resmi UN SWISSINDO sudah berada di ruang Jendral TNI Moeldoko selaku Kepala Kantor Staf Presiden RI, dan berharap semoga secepatnya tiba di tangan presiden RI Joko Widodo, Senin (30/7/2018).

Konsultan UNS, Haris Baginda (kiri), saat diterima Staf Ahli Presiden,
Ali Mochtar  Ngabalin, di kantor staf presiden di Jakarta.
Selain menemui Kepala Kantor Staf Presiden, Jend TNI Muldoko, Haris Baginda juga menemui staf ahli presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Jakarta untuk menyampaikan prihal yang sama yakni soal kapasitas UN SWISSINDO sebagai lembaga owner keuangan dunia beserta penawaran program kemakmuran umat manusia, khususnya rakyat Indonesia.

Beberapa kali diberitakan sebelumnya, UN SWISSINDO (UNS) mempunyai sejumlah program kemaslahatan diantaranya adalah pembebasan hutang anggota TNI/Polri, PNS, pengusaha, maupun warga masyarakat baik di perbankan maupun di perusahaan pembiayaan (leasing).

Sementara itu, salah seorang petinggi UNS, WPM National, International And UN Objectives, H.M. Unggul Sapto Hananto, pada akun facebook pribadinya, Minggu (29/7/2018) pukul 14.01, menulis, nama SWISSINDO (Swizerland Indonesia) muncul pertama sekali pada tanggal 1 Mei tahun 1887, bersamaan dengan munculnya official name Indonesia, dan UPU (Universal Postal Union) yang merupakan cikal bakal lahirnya Liga Bangsa Bangsa yang kemudian kini menjadi Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nations) di Batavia/DKI Jakarta.

Menurutnya, kehadiran UNS yang bersifat global paradox, yang akan membawa perubahan tatanan kehidupan manusia dan memberikan perbaikan agar manusia bisa kembali pada fitrahnya.

Yakni di saat perekonomian global lebih menyediakan kepada sistim utang untuk pembiayaan produktif dan konsumtif, UN Swissindo justru ingin membebaskan sistim utang.

Di saat orang harus kerja banting tulang untuk hidup dan menghidupi keluarganya, UN Swissindo hadir justru memberikan dana hibah (Biaya Jaminan Hidup Manusia) untuk biaya hidup kepada setiap orang tanpa syarat.

Demikian juga dengan dunia perbankan, mereka akan diberikan hibah agar bisa meninggalkan sistim ribawi dari sistim utang, yang telah membebani manusia sejak dari zaman ke zaman.

Dijelaskan, hadirnya UNS, dengan Visi dan Misi nya akan merubah total konsep sukses financial individual manusia, karena kemampuan financial wajib dimiliki oleh setiap manusia untuk menjamin kehidupannya, sehingga setiap orang bisa dinyatakan sukses, secara Finansial (HO = 6 juta USD/orang) di kehidupannya.

Dunia saat ini didominasi oleh sistim perbudakan keuangan dan perbankan yang berdasarkan utang plus bunga yang sangat membebani kehidupan.

UN Swissindo hadir bukan hanya menghapuskan sistem utang piutang yang menghasilkan riba, tetapi juga memberikan hibah (grant) dana kepada setiap manusia dan kepada penyelenggara negara/pemerintah pusat, setiap propinsi dan setiap desa di seluruh Indonesia dalam jumlah dana yang lebih dari cukup untuk pembangunan.

Sejumlah hibah dana yang sama besarnya juga diberikan kepada Bank Sentral, Perbankan Utama, dan kepada institusi/lembaga nasional dan internasional.

UNS memegang asset dan memiliki hak kelola atas Assets Global, diantaranya adalah ASBLP Account sejumlah 884 rekening di berbagai bank Internasional, dan 6 rekening diantaranya ada di 6 bank di Indonesia sejumlah USD 6,1 Trilyun sesuai SKR Bank Indonesia.

Semua rekening 884 tersebut juga telah di audit oleh Worldbank pada tahun 2012 (Sesuai Infinite Bank Statements - WB Audited 2012).

Rekening ASBLP didukung oleh Oskoop Central Buffer Stock Nationality yang sangat cukup untuk mendanai program pembayaran, Payment 1-11 sebagai Universe Developement/ Pembangunan Alam Semesta.

Quantity Material didalam Oskoop Central Buffer Stock Nationality juga terdapat Gold and Platinum sejumlah 78 Milyar Kg lebih, representasi dari Exhibit AB Kerajaan dan Negara, sebagai Kolateral /Jaminan Lisensi Sah Cetak Standar Sah Bayar Mata Uang Dunia.

Dari Sertificate Share P1-11 UNS senilai 1 Quinttrilyun USD, kurang lebih 25 persennya dialokasikan untuk program Payment 1-11, dan 75 persennya untuk alokasi pencetakan mata uang S"2" (Estwo) sebagai Mata Uang Global, sehingga Worldbank bukan hanya sekedar mirip koperasi saja, tetapi benar benar bisa menjadi Bank Sentral Dunia.

Presiden UN Swissindo saat mengucapkan aklamasi
akbar Indonesia Mercusuar Dunia, Minggu (16/10/
2016) silam.
Chairman UN Swissindo HM.MR.A1.SINO AS S"2" IR.Soegihartonotonegoro HW.ST.M1. Adalah pemegang Micro Film, berisi data-data Rekening Bank dan PIN nya, Assets Global Exshibit AB, termasuk lahan Verponding Dunia seri 1-4 dan sebagai M1 memiliki mandat dari 12 Portal /Organisasi Dunia.

(Selengkapnya baca: https://web.facebook.com/sapto.han/posts/2226075680755860 )

Untuk diketahui, UNS pertama kali dideklarasikan di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Jumat (26/8/2016) silam, yang ketika itu kantor markas besarnya beralamat di Jalan Baso Dg. Ngawing nomor 70 Allatappampang kelurahan Mangalli kecamatan Pallangga kabupaten Gowa Sulsel.

Pasca deklarasi itu, selanjutnya Presiden Besar UN SWISSINDO, Mr. Sino Soegiharto Notonegoro, resmi mengumumkan pembebasan beban utang (PBU) seluruh rakyat Indonesia melalui aklamasi akbar Indonesia Mercusuar Dunia yang digelar di area Monumen Nasional (Monas) bagian timur tepat di depan istana negara Jakarta, Minggu (16/10/2016) silam.
(Berita terkait: http://www.komandoplus.com/2016/10/utang-rakyat-resmi-dibebaskan-mr-sino.html ). (iskandar)
____________________

Alamat Redaksi: Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 085395591962 - 081342377788 - 085255426133 Makassar Sulsel. Pem Red/Pen Jab: Andi Iskandar. WA App. Android: 085395591962. Web: http://www.komandoplus.com/ Email: redaksikomandonews@gmail.com Wartawan media online komandoplus.com dalam menjalankan tugas dibekali kartu pers yang masih berlaku.
Share this article :

2 komentar:

  1. Saya sebagai Rakyat indonesia sangat mengharapkan terealisasinya program dari unswissindo.

    BalasHapus

Tinggalkan like dan komentar anda disini

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
_____________
Template Design by Creating Website Published by Mas Template