Mei 2019, Ekspor dan Impor Sulsel Meningkat, Tapi Neraca Perdagangan Anjlok - Komando Plus
Headlines News :

PEMKAB - KEJARI SINJAI
Home » , » Mei 2019, Ekspor dan Impor Sulsel Meningkat, Tapi Neraca Perdagangan Anjlok

Mei 2019, Ekspor dan Impor Sulsel Meningkat, Tapi Neraca Perdagangan Anjlok

Written By Admin Iskandar on Senin, 25 Juni 2018 | 23.20.00

Potret perkembangan ekspor Sulsel bulan Mei 2018
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Neraca perdagangan Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Mei 2018 menunjukkan angka defisit sebesar US$ 34,29 Juta. Begitu juga pada periode Januari hingga Mei 2018 menunjukkan angka defisit sebesar US$ 60,76 Juta. Padahal baik ekspor maupun impor pada bulan Mei 2018 tersebut sama-sama mengalami peningkatan.

Hal tersebut disebabkan masih besarnya total nilai impor dibanding total nilai ekspor pada kedua periode tersebut.

Data Badan Pusat Statistik Sulsel yang dirilis per 25 Juni 2018 mencatat, nilai ekspor Sulsel pada bulan Mei 2018 tercatat mencapai US$ 105,47 Juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 20,93 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan April 2018 yang mencapai US$ 87,22 Juta.

Sementara itu, capaian Mei 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 20,57 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 87,48 Juta.

Lima komoditas utama yang diekspor pada bulan Mei 2018 yaitu nikel; biji bijian berminyak dan tanaman obat; kayu dan barang dari kayu; garam, belerang dan kapur; serta ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 69,39 persen, 9,03 persen, 4,89 persen, 3,77 persen dan 3,06 persen.

Sebagian besar ekspor pada bulan Mei 2018 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat dan Filipina dengan proporsi masing-masing 75,50 persen, 14,44 persen, 4,48 persen dan 3,18 persen.


Jenis komoditas ekspor Sulsel periode Januari - Mei 2018
Menurut jenis komoditas, Nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar dari Sulsel pada bulan Mei 2018 dengan nilai sebesar US$ 73,19 juta (69,39 persen); disusul komoditas biji-bijian berminyak dan tanaman obat sebesar US$ 9,52 juta (9,03 persen); kayu dan barang dari kayu sebesar US$ 5,16 juta (4,89 persen); garam, belerang dan kapur sebesar US$ 3,97 juta (3,77 persen); serta ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya sebesar US$ 3,23 Juta (3,06 persen) dari total nilai ekspor Sulsel.

Bila dibandingkan dengan April 2018, maka komoditas nikel meningkat 39,02 persen; biji-bijian berminyak dan tanaman obat turun 32,20 persen; kayu dan barang dari kayu meningkat 3122,54 persen; serta ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya meningkat 3,02 persen.

Menurut negara tujuan ekspor Sulsel pada bulan Mei 2018, ada empat negara tujuan dengan nilai ekpor terbesar yakni masing-masing Jepang dengan nilai sebesar US$ 75,50 juta (71,58 persen); disusul Tiongkok dengan nilai US$ 14,44 juta (13,69 persen); Amerika Serikat dengan nilai US$ 4,48 juta (4,25 persen); dan Filipina dengan nilai US$ 3,18 Juta (3,02 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.

Dibandingkan dengan bulan April 2018, nilai ekspor ke Jepang naik sebesar 37,26 persen, nilai ekspor ke Tiongkok menurun sebesar 10,07 persen, nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat sebesar 2182,80 persen, dan nilai ekspor ke Filipina menurun sebesar 35,31 persen.

Potret perkembangan impor Sulsel bulan Mei 2018
Sementara impor, nilai Impor barang dari Sulsel pada bulan Mei 2018 tercatat mencapai US$ 139,76 Juta. Angka ini mengalami peningkatan 31,65 persen bila dibandingkan nilai impor bulan April 2018 yang mencapai US$ 106,16 Juta.

Capaian Mei 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 16,47 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 119,99 Juta.

Ada lima komoditas utama yang diimpor pada bulan Mei 2018 yaitu bahan bakar mineral; gula dan kembang gula; ampas/sisa industri makanan; gandum ganduman; dan kapal laut dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 36,35 persen; 16,25 persen; 15,80 persen; 11,07 persen dan 9,78 persen.

Sebagian besar impor tersebut didatangkan dari Singapura, Thailand, Argentina dan Tiongkok dengan proporsi masing-masing 32,81 persen, 18,38 persen, 9,87 persen dan 6,77 persen.

Sementara itu, capaian Mei 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 16,47 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 119,99 Juta

Jenis komoditas impor Sulsel periode Januari - Mei 2018
Menurut jenis komoditas, impor Sulsel dengan nilai terbesar adalah dari komoditas bahan bakar mineral dengan nilai sebesar US$ 50,80 juta (36,35 persen); gula dan kembang gula dengan nilai sebesar US$ 22,70 juta (16,25 persen); ampas/sisa industri makanan dengan nilai sebesar US$ 22,08 juta (15,80 persen); gandum ganduman dengan nilai sebesar US$ 15,48 juta (11,07 persen) ; serta kapal laut dengan nilai sebesar US$ 13,66 juta (9,78 persen) dari total nilai impor Provinsi Sulawesi Selatan.

Dibandingkan dengan April 2018 maka bahan bakar mineral mengalami peningkatan 51,85 persen; gula dan kembang gula naik 100,56 persen; ampas/sisa industri makanan naik 509,51 persen, dan kapal laut mengalami peningkatan 4643,80 persen.

Ada empat negara asal impor dengan nilai terbesar ke Sulsel yaitu dari Singapura dengan nilai sebesar US$ 45,86 juta (32,81 persen); disusul Thailand dengan nilai US$ 25,68 juta (18,38 persen); Argentina dengan nilai US$ 13,79 juta (9,87 persen) dan Tiongkok dengan nilai US$ 9,46 Juta (6,77 persen) dari total nilai impor Sulawesi Selatan.

Dibandingkan dengan bulan April 2018 nilai impor dari Singapura naik sebesar 20,95 persen; nilai impor dari Thailand meningkat sebesar 123,04 persen; dan nilai impor dari Argentina meningkat sebesar 438,54 persen serta impor dari Tiongkok menurun sebesar 41,45 persen.

Potret neraca perdagangan Sulsel pada bulan Mei 2018
Masih besarnya total nilai impor pada bulan Mei 2018 yakni sebesar US$ 139,76 Juta dibandingkan dengan total nilai ekspor sebesar US$ 105,47 Juta sehingga neraca perdagangan Sulsel tercatat mengalami defisit sebesar US$ 34,29 Juta. Pada bulan yang sama tahun 2017 juga terjadi defisit sebesar US$ 32,51 juta.

Begitu juga pada periode Januari hingga Mei 2018, tercatat impor masih besar US$ 501,97 juta dibanding ekspor US$ 501,97 juta sehingga neraca perdagangan Sulsel tercatat mengalami defisit sebesar US$ 60,76 Juta. Pada periode yang sama pada tahun 2017, Sulsel juga mengalami defisit sebesar US$ 0,90 juta.

Potret neraca perdagangan Sulsel pada periode Januari hingga Mei 2018



Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam SE, mengatakan, terjadinya defisit Sulsel belakangan ini dikarenakan besarnya nilai impor dibandingkan nilai ekspor. Dan besarnya nilai impor Sulsel dikarenakan adanya pengadaan barang modal yang bersifat investasi jangka panjang. Dan tidak selamanya defisit yang dikarenakan pengadaan barang modal yang bersifat investasi jangka panjang itu adalah negatif.




"Investasi jangka panjang itu hasilnya nanti terlihat pada sekitar tiga tahun ke depan. Pada saat itu baru akan terjadi potensi surplus," pungkasnya. (iskandar)
____________________

Alamat Redaksi: Markas Kodim 1408/BS Lt. 2 Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 081342377788 - 085255426133 Makassar Sulsel. Pem Red/Pen Jab: Andi Iskandar. WA App. Android: 085395591962. Web: http://www.komandoplus.com/ Email: redaksikomandonews@gmail.com Wartawan media online komandoplus.com dalam menjalankan tugas dibekali kartu pers yang masih berlaku.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template