Headlines News :

Ads google

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours
Jl. Gn. Bawakaraeng No. 111E (Depan SPBU Terong) Telp. 0411-420600 WA 085395591962 Makassar

Propellerads

PropellerAds
Home » , , » April 2018 Ekspor Turun Impor Naik, Sulsel Alami Defisit

April 2018 Ekspor Turun Impor Naik, Sulsel Alami Defisit

Written By Admin Iskandar on Selasa, 15 Mei 2018 | 19.56.00

Potret perkembangan ekspor Sulsel Maret hingga April 2018
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Perkembangan ekspor dan impor barang komoditas asal Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami fluktuasi. Dan selama April 2018, ekspor barang komoditas dilaporkan menurun, sedangkan impor dilaporkan naik sehingga Sulsel tercatat mengalami defisit.

Data Badan Pusat Statistik Sulsel yang dirilis 15 Mei 2018 mencatat, nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulsel pada bulan April 2018 tercatat mencapai US$ 90,34 Juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,68 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan Maret 2018 yang mencapai US$ 91,88 Juta.

Sementara itu, capaian April 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 2,53 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 88,10 Juta.

Lima komoditas utama yang diekspor pada bulan April 2018 yaitu nikel; biji bijian berminyak dan tanaman obat; garam belerang dan kapur; gandum ganduman; serta ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 58,28 persen, 15,55 persen, 5,80 persen, 5,38 persen dan 3,47 persen.

Sebagian besar ekspor pada bulan April 2018 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Filipina dan Vietnam dengan proporsi masing-masing 60,89 persen, 17,78 persen, 5,44 persen dan 4,02 persen.

Menurut jenis komoditas, maka Nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar dari Sulsel pada bulan April 2018 dengan nilai sebesar US$ 52,65 juta (58,28 persen); disusul komoditas biji-bijian berminyak dan tanaman obat sebesar US$ 14,04 juta (15,55 persen); garam, belerang dan kapur sebesar US$ 5,24 juta (5,80 persen); gandum-ganduman sebesar US$ 4,86 juta (5,38 persen); serta ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya sebesar US$ 3,13 Juta (3,47 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.

Bila dibandingkan dengan Maret 2018, maka komoditas nikel menurun 10,13 persen; biji-bijian berminyak dan tanaman obat naik 51,01 persen; garam, belerang dan kapur meningkat 75,82 persen; serta ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya meningkat 26,19 persen.

Menurut negara tujuan, terdapat empat negara terbesar tujuan ekspor yaitu ke Jepang dengan nilai sebesar US$ 55,00 juta (60,89 persen); disusul Tiongkok dengan nilai US$ 16,06 juta (17,78 persen); Filipina dengan nilai US$ 4,92 juta (5,44 persen); dan Vietnam dengan nilai US$ 3,63 Juta (4,02 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.

Dibandingkan dengan bulan Maret 2018 sebelumnya, nilai ekspor ke Jepang turun sebesar 10,35 persen, nilai ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 23,99 persen, nilai ekspor ke Filipina turun sebesar 1,04 persen dan nilai ekspor ke Vietnam meningkat sebesar 54,15 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan April 2017 maka nilai ekspor ke Jepang mengalami peningkatan 9,46 persen, nilai ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 155,35 persen, nilai ekspor ke Filipina meningkat sebesar 515,15 persen dan nilai ekspor ke Vietnam meningkat sebesar 87,25 persen.

Potret perkembangan impor Sulsel Januari hingga April 2018
Sedangkan perkembangan Impor dilaporkan pada bulan April 2018 tercatat mencapai US$ 106,16 Juta. Angka ini mengalami peningkatan 14,08 persen bila dibandingkan nilai impor bulan Maret 2018 yang mencapai US$ 93,05 Juta.

Sementara itu, capaian April 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 61,54 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 65,72 Juta.

Lima komoditas utama yang diimpor pada bulan April 2018 yaitu mesin/peralatan listrik; bahan bakar mineral; gula dan kembang gula; mesin-mesin/pesawat mekanik; dan ampas/sisa industri makanan dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 33,83 persen; 31,51 persen; 10,66 persen; 6,26 persen dan 3,41 persen.

Sebagian besar impor pada bulan April 2018 didatangkan dari Singapura, Denmark, Tiongkok, dan Thailand dengan proporsi masing-masing 35,71 persen, 22,11 persen, 15,22 persen dan 10,85 persen.

Menurut jenis komoditas, impor Sulsel pada bulan April 2018 dengan nilai terbesar adalah mesin/peralatan listrik dengan nilai sebesar US$ 35,91 juta (33,83 persen); bahan bakar mineral dengan nilai sebesar US$ 33,45 juta (31,51 persen); gula dan kembang gula dengan nilai sebesar US$ 11,32 juta (10,66 persen); mesin-mesin/pesawat mekanik dengan nilai sebesar US$ 6,64 juta (6,26 persen) ; serta ampas / sisa industri makanan dengan nilai sebesar US$ 3,62 juta (3,41 persen) dari total nilai impor Provinsi Sulawesi Selatan.

Dibandingkan dengan Maret 2018 maka mesin/peralatan listrik mengalami peningkatan 1241,66 persen; bahan bakar mineral turun 7,13 persen; gula dan kembang gula naik 1,23 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik menurun sebesar 10,09 persen dan ampas/sisa industri makanan meningkat sebesar 293,83 persen.

Menurut negara asal, barang impor pada bulan April 2018 dengan nilai empat terbesar yaitu dari Singapura dengan nilai sebesar US$ 37,91 juta (35,71 persen); disusul Denmark dengan nilai US$ 23,48 juta (22,11 persen); Tiongkok dengan nilai US$ 16,16 juta (15,22 persen) dan Thailand dengan nilai US$ 11,52 Juta (10,85 persen) dari total nilai impor Sulawesi Selatan.

Dibandingkan dengan bulan Maret 2018 nilai impor dari Singapura naik sebesar 1,77 persen; nilai impor dari Denmark meningkat sebesar 5867,02 persen; dan nilai impor dari Tiongkok meningkat sebesar 9,02 persen serta impor dari Thailand menurun sebesar 20,88 persen. Jika dibandingkan dengan bulan April 2017 maka nilai impor dari Singapura mengalami peningkatan 104,56 persen; nilai impor dari Tiongkok menurun sebesar 37,58 persen; dan nilai impor dari Thailand naik sebesar 2284,24 persen.

Potret naraca perdagangan Sulsel pada April 2018

Besarnya nilai ekspor US$90,34 Juta dibandingkan nilai impor US$106,16 Juta tersebut sehingga secara komulatif Sulsel mengalami defisit sebesar US$ 15,82 Juta. Sementara pada periode yang sama pada tahun 2017 Sulsel mengalami surplus US$ 22,38 juta.

Begitu juga sejak Januari hingga April 2018, impor Sulsel tercatat sebesar US$ 362,21 Juta, lebih besar dari ekspor sebesar US$ 338,86 Juta sehingga Sulsel mengalami defisit juga sebesar US$ 23,35 Juta. Sementara pada periode yang sama pada tahun 2017 Sulsel mengalami surplus sebesar US$ 33,42 juta. (isk)
____________________

Alamat Redaksi: Markas Kodim 1408/BS Lt. 2 Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 081342377788 - 085255426133 Makassar Sulsel. Pem Red/Pen Jab: Andi Iskandar. WA App. Android: 085395591962. Web: http://www.komandoplus.com/ Email: redaksikomandonews@gmail.com Wartawan media online komandoplus.com dalam menjalankan tugas dibekali kartu pers yang masih berlaku.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber
_____________