Headlines News :

Ads google

Adv google

Home » , , , , » Maret 2018 Ekspor dan Impor Meningkat, Sulsel Alami Defisit

Maret 2018 Ekspor dan Impor Meningkat, Sulsel Alami Defisit

Written By Admin Iskandar on Senin, 16 April 2018 | 17.30.00

Grafik perkembangan Ekspor Sulsel pada bulan Maret 2018
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan ( Sulsel) pada bulan Maret 2018 tercatat mencapai US$ 91,90 Juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,45 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan Februari 2018 sebelumnya yang mencapai US$ 90,58 Juta.

Sementara itu, capaian Maret 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 5,63 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 87,00 Juta.

Data Badan Pusat Statisitk Provinsi Sulsel yang dirilis, Senin (16/4/2018), menyebutkan lima komoditas utama yang diekspor pada bulan Maret 2018 yaitu nikel; biji bijian berminyak dan tanaman obat; kayu dan barang dari kayu; gandum ganduman; serta lak, getah dan damar dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 63,74 persen, 10,12 persen, 6,25 persen, 5,37 persen dan 3,64 persen.

Sebagian besar ekspor pada bulan Maret 2018 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat dan Filipina dengan proporsi masing-masing 66,78 persen, 14,09 persen, 6,10 persen dan 5,41 persen

Menurut jenis komoditas, Nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar dari Sulsel pada bulan Maret 2018 dengan nilai sebesar US$ 58,58 juta (63,74 persen); disusul komoditas biji-bijian berminyak dan tanaman obat sebesar US$ 9,30 juta (10,12 persen); kayu dan barang dari kayu sebesar US$ 5,74 juta (6,25 persen); gandum ganduman sebesar US$ 4,93 juta (5,37 persen); serta lak, getah dan damar sebesar US$ 3,34 Juta (3,64 persen) dari total nilai ekspor Sulsel .

Bila dibandingkan dengan Februari 2018 maka komoditas nikel menurun 12,88 persen; biji-bijian berminyak dan tanaman obat naik 46,30 persen; kayu dan barang dari kayu meningkat 6150,90 persen; serta lak getah dan damar meningkat 34,79 persen.

Sedangkan menurut negara tujuan, ekspor Sulsel pada bulan Maret 2018 dengan nilai empat terbesar masing-masing ke Jepang dengan nilai sebesar US$ 61,37 juta (66,78 persen); disusul Tiongkok dengan nilai US$ 12,95 juta (14,09 persen); Amerika Serikat dengan nilai US$ 5,61 juta (6,10 persen); dan Filipina dengan nilai US$ 4,97 Juta (5,41 persen) dari total nilai ekspor Sulsel .

Dibandingkan dengan bulan Februari 2018 nilai ekspor ke Jepang turun sebesar 11,19 persen, nilai ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 23,53 persen, nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat sebesar 2119,99 persen dan nilai ekspor ke Filipina meningkat sebesar 1739,36 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2017 maka nilai ekspor ke Jepang mengalami peningkatan 21,57 persen, nilai ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 75,10 persen, nilai ekspor ke Amerika Serikat menurun sebesar 24,81 persen dan nilai ekspor ke Filipina meningkat sebesar 713,78 persen.

Grafik perkembangan Impor Sulsel pada bulan Maret 2018
Sementara impor, nilai Impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Sulsel pada bulan Maret 2018 tercatat mencapai US$ 93,05 Juta. Angka ini mengalami peningkatan 15,94 persen bila dibandingkan nilai impor bulan Februari 2018 yang mencapai US$ 80,26 Juta.

Sementara itu, capaian Maret 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 19,51 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 77,86 Juta.
Lima komoditas utama yang diimpor pada bulan Maret 2018 yaitu bahan bakar mineral; gula dan kembang gula; gandum ganduman; kapal laut; dan mesin-mesin/pesawat mekanik dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 38,71 persen; 12,02 persen; 11,73 persen; 8,44 persen dan 7,94 persen.

Sebagian besar impor pada bulan Maret 2018 didatangkan dari Singapura, , Tiongkok, Thailand, dan Jepang dengan proporsi masing-masing 40,04 persen, 15,93 persen, 15,64 persen dan 9,47 persen.

Menurut jenis komoditas, impor Sulsel pada bulan Maret 2018 dengan nilai terbesar adalah Bahan Bakar Mineral dengan nilai sebesar US$ 36,02 juta (38,71 persen); gula dan kembang gula dengan nilai sebesar US$ 11,18 juta (12,02 persen); gandum ganduman dengan nilai sebesar US$ 10,91 juta (11,73 persen); kapal laut dengan nilai sebesar US$ 7,85 juta (8,44 persen) ; serta mesin – mesin/pesawat mekanik dengan nilai sebesar US$ 7,39 juta (7,94 persen) dari total nilai impor Provinsi Sulsel .

Dibandingkan dengan Februari 2018 maka Bahan Bakar mineral mengalami peningkatan 28,78 persen; gula dan kembang gula turun 0,08 persen; gandum ganduman turun sebesar 33,06 persen, kapal laut meningkat sebesar 10.778,00 persen dan mesin-mesin / pesawat mekanik meningkat sebesar 38,57 persen.

Menurut negara asal, negara asal impor Sulsel pada bulan Maret 2018 dengan nilai empat terbesar masing-masing dari Singapura dengan nilai sebesar US$ 37,26 juta (40,04 persen); disusul Tiongkok dengan nilai US$ 14,82 juta (15,93 persen); Thailand dengan nilai US$ 14,55 juta (15,64 persen) dan Jepang dengan nilai US$ 8,81 Juta (9,47 persen) dari total nilai impor Sulsel .

Dibandingkan dengan bulan Februari 2018 nilai impor dari Singapura naik sebesar 45,93 persen; nilai impor dari Tiongkok meningkat sebesar 98,20 persen; dan nilai impor dari Thailand meningkat sebesar 8,54 persen serta impor dari jepang meningkat sebesar 6.693,27 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2017 maka nilai impor dari Singapura mengalami peningkatan 79.301,13 persen; nilai impor dari Tiongkok meningkat sebesar 13.895,19 persen; dan nilai impor dari Thailand turun sebesar 43,30 persen; serta impor dari Jepang meningkat sebesar 6.522,23 persen.

Grafik neraca perdagangan Sulsel pada Maret 2018
Secara umum, dikarenakan besarnya total nilai impor dibandingkan total nilai ekspor pada Maret 2018 sehingga Sulsel mengalami defisit.

"Total nilai impor Sulsel dibandingkan total nilai ekspor pada bulan Maret 2018 sehingga Sulsel mengalami defisit," jelas
Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam SE.

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam SE (kiri)
Terkait adanya jenis komoditas impor barupa kapal laut dari Jepang,  Nursam Salam SE mengatakan kapal laut yang diimpor tersebut adalah kapal tanker. Hanya saja tidak disebutkan siapa pihak yang mengimpor kapal tanker tersebut dengan alasan bahwa undang-undang membatasi BPS untuk tidak menyebutkan privasi importirnya.

“Kami hanya mencatat data impor dari pihak Bea dan Cukai. Dan BPS melanggar undang-undang jika menyebutkan privasi importirnya,” jelas Nursam Salam. (iskandar)
____________________

Alamat Redaksi: Markas Kodim 1408/BS Lt. 2 Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 081342377788 - 085355426133 Makassar Sulsel. Wartawan komandoplus.com dibekali dengan kartu pers yang masih berlaku disertai Surat Tugas.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber
_____________