Uang Jemaah Abu Tour Digunakan Bangun Cafe dan Pesantren ? - Komando Plus
Headlines News :

Ads google

Adv google

Home » , , , , » Uang Jemaah Abu Tour Digunakan Bangun Cafe dan Pesantren ?

Uang Jemaah Abu Tour Digunakan Bangun Cafe dan Pesantren ?

Written By Admin Iskandar on Senin, 05 Maret 2018 | 22.12.00

Gedung kantor PT. Abu Tours di pertigaan Jalan Kakatua
 dengan Jalan Ratulangi Makassar (foto: BKM)
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Setelah beberapa kali PT. Abu Tour and Travel menunda keberangkatkan sekitar 16 ribu orang jamaah umrah asal Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya terkuak kabar penyebab penundaan pemberangkatan itu. Dikabarkan, penyebabnya adalah adanya dugaan salah peruntukan atas biaya perjalanan umrah yang telah dibayarkan oleh jamaah, yakni dialokasikan ke pengadaan aset diluar ongkos perjalanan umrah.


Hasil penelusuran komandoplus dari berbagai sumber diperoleh informasi tentang aset milik perusahaan agen perjalanan jamaah haji dan umrah PT. Abu Tour and Travel Makassar, yakni :

1. Pesantren Al-Ikhram di Taeng kabupaten Gowa,
2. Loby Cafe jl. Hertasning Makassar.
2. Cafe Cooper Makassar.
3 Mie Jawa De Jepang jl. Kasuari Makassar.
4. Radio Bharata.
5. Surat Kabar Harian Amanah Makassar.
6. Kursus Mobil Almira Makassar.
7. Cafe Route 89 jl. Kakatua Makassar.
8. Cafe Silverhowk jl. Mappaodang Makassar.
9. Koperasi Abu Tour jl. Baji Gau Makassar.
10. Percetakan dan kantor Cabang jl. Baji Gau Makassar.
11. Kantor di Jakarta
12. Mobil mewah yang di Jakarta,
13. Satu buah rumah di jl. Dg. Tata Resident Makassar.
14. Satu buah rumah di jl. Tanggul Patompo Makassar.
15. Bidang tanah seluas kurang lebih 5 Ha di Galesong kabupaten Takalar.

(Berita terkait: http://www.komandoplus.com/2018/03/mengungkap-aset-abu-tours-bernilai.html)

Dugaan yang mengemuka bahwa aset tersebut dibiayai dari hasil pembayaran ongkos perjalanan para jamaahnya. Setiap jamaah umrah membayar biaya sebesar Rp 18 juta per orang. Dan jika dikalkulasi secara keseluruhan maka diperkirakan sebanyak Rp 228 Milyar dana jamaah yang terkumpul (Rp 18.000 x 16.000 orang jamaah).

“Makanya pak Abu itu membelikan sejumlah aset dari uang pembayaran kami,” ucap salah seorang jemaah yang mendatangi kantor Abutour di bilangan jalan Kakatua kepada komandoplus saat hendak mengkonfirmasi kebenaran aset tersebut.

Selain itu sejumlah pekerja di Pesantren Al-Ihkram juga mengeluhkan gajinya yang hingga saat ini belum dibayar yang diperkirakan berjumlah total Rp. 140 juta,

”Kami juga pak sebagai buruh bangunan yang mengerjakan pesantren Pak Abu di kabupaten Gowa sudah enam bulan hanya dijanji terus. Kami ini pakai tenaga kodong belum dibayar gaji ta,” ungkap beberapa orang buruh saat ditemui di sekitar pesantren.

Bukan hanya itu, sejumlah bahan material untuk pembangunan pesantren disebutkan masih tersangkut utang sebesar Rp 315 juta kepada salah satu toko bahan bangunan.

“Kami juga yang punya bahan bangunan dijanji ji terus oleh manajemenya Abutour, sampai sekarang belum dibayar,” ungkapnya.

Sejumlah jemaah yang masih memendam kekecewaan, dan kalangan kuli bangunan yang belum terbayar gajinya tersebut berharap kepada kepolisian khususnya Polda Sulsel yang telah menangani dugaan kasus penipuan ala Abutour agar menindak tegas sesuai hukum dan berupaya agar uang jamaah yang gagal diberangkatkan dapat kembali ke jamaah yang bersangkutan.

Sementara itu, jamaah umrah yang pernah gagal diberangkatkan, sejak beberapa bulan terakhir telah berhasil diberangkatkan secara bertahap. Sedangkan sejumlah jamaah lainnya yang gagal diberangkatkan telah melaporkan PT. Abutour ke Polda Sulsel yang akhirnya Polda Sulsel membuka posko pengaduan korban dugaan penipuan PT Abutour dengan jalan umroh murah.

Sayangnya pihak manajemen PT. Abu Tours yang hendak dikonfirmasi tidak berhasil sebab menolak ditemui bahkan menghindar. Dihubungi via seluler lewat sms dan whatsApp pun tidak dijawab. Begitu juga Direktur Pesantren Al-Ihkram, H. Ismail, yang dikonfirmasi tidak menanggapi. (ab-kmd)
____________________

Alamat Redaksi: Markas Kodim 1408/BS Lt. 2 Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 081342377788 - 085355426133 Makassar Sulsel. Wartawan komandoplus.com dibekali dengan kartu pers yang masih berlaku disertai Surat Tugas.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
_____________
Template Design by Creating Website Published by Mas Template