Headlines News :

Ads google

Adv google

Home » , , » Proyek Penggantian Jembatan Sungai Salobarani "Sarat Nepotisme"

Proyek Penggantian Jembatan Sungai Salobarani "Sarat Nepotisme"

Written By Admin Iskandar on Kamis, 07 Desember 2017 | 15.12.00

Foto salah satu pengerjaan pembangunan jembatan  Sungai Tallo
yang digarap BBPJN XIII hingga saat ini belum
rampung (foto: Suara Indonesia)
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Sejumlah proyek telah dilelang oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar pada tahun 2017 ini, namun ada yang aneh pada proyek yakni salah satunya paket Penggantian Jembatan Sungai Salobarani Cs, yang dimenangkan oleh PT. Rajasa Tomax Globalindo pada bulan Juni 2017 yang lalu dengan nilai proyek sebesar kurang lebih Rp 11 Milyar dari dana APBN.

Proyek pengerjaan penggantian jembatan ini terbagi 3 yakni : Jembatan Sungai Salubarani panjang 30,40 Meter lokasi Tana Toraja, Jembatan Sungai Awotarae panjang 10,40 meter lokasi Kab Wajo, dan Jembatan Sungai Dollong panjang 8,30 meter lokasi Kabupaten Enrekang.

Ironisnya, setelah dilakukan investigasi ternyata salah seorang dari 'pemain utama' dalam paket tersebut bernama Juan yang notabene adalah adik kandung dari Ir. Asma, istri Kepala Bidang Preserpasi BBPJN XIII Makassar, Iskandar Arsyad.

Anehnya lagi, Iskandar yang menjabat sebagai Kabid Reservasi di BBPJN XIII Makassar juga diindikasi sebagai kontraktor pada proyek pekerjaan penggantian jembatan yang panjang keseluruhan 49,10 meter tersebut, yang diduga kuat jika spesifikasinya juga terindikasi tidak memenuhi standar.

Proyek yang diduga sarat dengan nepotisme tersebut sangat melanggar aturan dan parahnya lagi proyek yang seharusnya rampung pada tanggal 11 Desember 2017 tersebut, hingga saat ini baru mencapai bobot kurang lebih 60 persen, jika ditelisik secara mendalam jelas minus 40 persen dan sangat tidak memungkinkan dapat dicapai dalam waktu 7 (tujuh) hari ke depan.

Wakil Ketua DPD Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulsel, Andi Baso Tenri Gowa, yang dikonfirmasi mengenai proyek tersebut menanggapi, “ Pengadaan Proyek tidak seharusnya diikuti oleh keluarga para pejabat dilingkup BBPJN dimanapun, karena jelas akan terjadi ketimpangan pada pelaksanaan proyek apapun. Untuk itu kami berharap agar Menteri PUPR RI, sekiranya meninjau kembali para pejabat di lingkup BBPJN XIII Makassar yang terindikasi menitip proyek pada keluarganya dan merangkap sebagai kontraktor, sehingga pada pemeriksaan fisik dipastikan laporannya baik namun kenyataan lapangan berbicara sebaliknya. Dalam waktu dekat kami akan melaporkan pekerjaan proyek yang tidak memenuhi standar tersebut secara resmi kepada Reskrimsus Polda dan Kejati Sulsel," ungkapnya.

Saat Kepala BBPJN XIII Makassar, Ir. Mifhtachul Munir, MT, dan Kabid Preservasi BBPJN XIII Makassar, Iskandar Arsyad, ingin dikonfirmasi di kantornya yang terletak di jalan Baddoka, salah satu stafnya mengatakan beliau lagi tidak berada di tempat serta tidak memberikan nomor kontak yang dapat dihubungi. (tim-kmd).
______________________________________

Alamat Redaksi: Markas Kodim 1408/BS Lt. 2 Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 14 Telp. (0411) 854127 - 854424 Hotline 081342377788 - 085355426133 Makassar Sulsel. Wartawan komandoplus.com dibekali dengan kartu pers yang masih berlaku disertai Surat Tugas.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber
_____________