Agustus 2017, Ekspor dan Impor Sulsel Alami Peningkatan Namun Defisit - Komando Plus
Headlines News :
Home » , , , » Agustus 2017, Ekspor dan Impor Sulsel Alami Peningkatan Namun Defisit

Agustus 2017, Ekspor dan Impor Sulsel Alami Peningkatan Namun Defisit

Written By Admin Iskandar on Jumat, 15 September 2017 | 14.14.00

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam SE
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Perkembangan nilai ekspor dan impor Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Agustus 2017 dua-duanya mengalami peningkatan. Tetapi neraca perdagangan menunjukkan angka defisit.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel per 15 September 2017 mencatat, nilai ekspor Sulsel pada bulan Agustus 2017 meningkat sebesar 15,49 persen bila dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Juli 2017 sebelumnya, yakni dari US$ 73,20 juta menjadi US$ 84,54 juta.

Selama Januari – Agustus 2017 total nilai ekspor Sulsel mencapai US$ 661,72 Juta, Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016, dimana nilai ekspor Sulsel US$ 700,74 Juta, maka telah terjadi penurunan sebesar 5,57 persen.

Nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar pada bulan Agustus 2017 dengan nilai sebesar US$ 50,54 juta atau 59,79 persen dari total nilai ekspor Sulsel.

Negara tujuan ekspor dengan nilai terbesar pada bulan Agustus 2017 adalah Jepang dengan nilai US$ 54,26 juta atau 64,19 persen dari total nilai ekspor Sulsel.

Sedangkan nilai impor Sulsel pada bulan Agustus 2017 senilai US$ 99,17 juta, juga naik sebesar 37,65 persen bila dibandingkan dengan nilai impor bulan Juli 2017 dengan nilai US$ 72,05 juta.

Selama Januari – Agustus 2017 nilai impor Sulsel mencapai US$ 687,29 Juta, naik sebesar 47,10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016 dimana nilai impor Sulsel US$ 467,23 Juta.

Pesawat Terbang dan Bagiannya merupakan komoditas dengan nilai impor terbesar ke Sulsel pada bulan Agustus 2017 dengan nilai sebesar US$ 37,74 juta atau 38,05 persen dari total nilai impor Sulsel.

Negara asal impor dengan nilai terbesar pada bulan Agustus 2017 adalah Belarus dengan nilai US$ 37,74 juta atau 38,05 persen dari total nilai impor Sulsel.

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam SE, menjelaskan, terjadinya devisit disebabkan karena inilai impor lebih besar dibandingkan nilai ekspor, meski keduanya mengalami peningkatan.

"Seandainya tanpa impor pesawat terbang dan bagian-bagiannya yang nilainya cukup besar, maka Sulsel mengalami surplus," terangnya.

Dia menambahkan, adanya kebijakan nasional untuk pertahanan keamanan negara sehingga Sulsel mengimpor pesawat. Pesawat yang dimaksud itu adalah pesawat terbang tempur.

Kebijakan impor pesawat terbang tersebut juga merupakan kebijakan yang sifatnya situasional. (iskandar)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template