Juli 2017, Sulsel Alami Inflasi 0,93 Persen - Komando Plus
Headlines News :
Home » , , » Juli 2017, Sulsel Alami Inflasi 0,93 Persen

Juli 2017, Sulsel Alami Inflasi 0,93 Persen

Written By Admin Iskandar on Selasa, 01 Agustus 2017 | 17.14.00

Kapala BPS Sulsel, Nursam Salam SE
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Juli 2017, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,40. Dari 5 kota IHK di Sulsel, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Makassar sebesar 1,05 persen dengan IHK 131,15 dan terendah terjadi di Palopo masing-masing sebesar 0,05 persen dengan IHK 127,47.

Inflasi yang terjadi di Sulsel ini disebabkan oleh naiknya harga pada semua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,98 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen; kelompok sandang sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,79 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel per 1 Juli 2017 mencatat , Dari sebelas kota di Pulau Sulsel semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bau-bau sebesar 2,44 persen dengan IHK 134,83, sedangkan inflasi terendah terjadi di Palu dan Palopo masing-masing sebesar 0,05 persen dengan IHK 132,16 dan 127,47.

Dari 82 kota IHK Nasional, 59 kota mengalami inflasi dan 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bau-bau sebesar 2,44 persen dengan IHK 134,83 dan inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 0,01 persen dengan IHK 127,99. Deflasi tertinggi di Merauke sebesar -1,50 persen dengan IHK 133,53 dan deflasi terendah di Probolinggo dan Metro masing-masing sebesar minus 0,07 persen dengan IHK 126,10 dan 136,49.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2017 Sulsel sebesar 3,73 persen dan laju inflasi year on year (Juli 2017 terhadap Juli 2016) sebesar 4,38 persen.

Komponen inti di Sulsel pada Juli 2017 mengalami inflasi 0,27 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender sebesar 1,94 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2017 terhadap Juli 2016) sebesar 2,65 persen.

Perubahan IHK untuk kota Makassar terjadi inflasi 1,05 persen dengan IHK sebesar 131,15.

Secara detil dijelaskan Kapala BPS Sulsel, Nursam Salam SE, penghitungan inflasi Sulawesi Selatan bulan Juli 2017 didasarkan pada hasil Survei Harga Konsumen yang dilakukan oleh BPS Sulsel pada pasar tradisional dan pasar modern/swalayan di 5 kota IHK nasional yaitu : Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo terjadi inflasi di Sulawesi Selatan sebesar 0,93 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,20 pada Juni 2017 menjadi 130,40 pada Juli 2017. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2017 sebesar 3,73 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2017 terhadap Juli 2016) sebesar 4,38 persen.

Terjadinya inflasi di Sulsel disebabkan oleh naiknya harga pada semua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,98 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen; kelompok sandang sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,79 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2017 antara lain: angkutan udara, tomat buah, tomat sayur, ikan bandeng, bawang merah, daging ayam ras, kangkung, ikan cakalang, ikan layang dan cabai rawit.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: bawang putih, telur ayam ras, emas perhiasan, cabai merah, wortel, daging sapi, beras, ikan teri basah, kentang dan ikan selar.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Juli 2017, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,4836 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0878 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0190 persen; kelompok sandang 0,0014 persen; kelompok kesehatan 0,0116 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0042 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,3194 persen.

Untuk diketahui, BPS Sulsel dalam pengambilan data harga komoditas memperoleh informasi harga dari responden yang sama dari waktu ke waktu.

"Kecuali pedagangnya sedang tidak menjual maka kami mengambil informasi harga dari pedagang disekitarnya dengan mempertimbangkan harga sebelumnya," jelas Nursam Salam melalui salah seorang stafnya yang mengikuti release data BPS, Selasa (1/8/2017). (iskandar)


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template