An Nadzir Mawang Akhiri Puasa Jumat Siang, Sabtu Shalat Ied - Komando Plus
Headlines News :
Home » , , » An Nadzir Mawang Akhiri Puasa Jumat Siang, Sabtu Shalat Ied

An Nadzir Mawang Akhiri Puasa Jumat Siang, Sabtu Shalat Ied

Written By Admin Iskandar on Jumat, 23 Juni 2017 | 15.48.00

Ustadz Lukman A. Bakti saat memberikan penjelasan kepada wartawan
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Sebagaimana lazimnya, jamaah dari majelis An Nadzir Mawang senantiasa menampilkan ciri dan pola yang berbeda dengan muslim kebanyakan. Selain memiliki ciri khas seperti sorban dan jubah serba warna hitam serta rambut sebahu warna pirang sebagai wujud kecintaannya kepada nabi junjungannya, juga memiliki metode perhitungan perjalanan bulan sendiri dalam menetapkan 1 Ramadhan atau 1 Syawal sebagaimana yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW, tanpa fasilitas alat bertekhnologi canggih.

Jumat (23/6/2017), jamaah muslim Majelis An Nadzir Mawang mengakhiri (baca: berbuka puasa, red) puasa Ramadhannya dan buka puasa bersama pada sekitar pukul 10.33 Wita, bukan berbuka pada sore harinya sebagaimana umat muslim kebanyakan. Selanjutnya shalat Ied Idul Fitri akan diselenggarakan besok Sabtu (24/6/2017) pagi.

Alasannya, berpuasa pada 1 Syawal adalah haram hukumnya. Dan shalat Ied itu hukumnya dilakukan pada pagi hari.

Menurut petinggi An Nadzir Mawang, ustadz Lukman A. Bakti, menjelaskan bahwa pada sekitar pukul 10.33 Wita telah terjadi pergantian bulan dari Ramadhan ke bulan Syawal. Sehingga bulan Ramadhan tahun ini hanya sampai pada hari Jumat (23/6/2017) sekitar pukul 10.33 Wita, dan setelahnya itu sudah masuk tanggal 1 Syawal.

"Jadi hari ini, Jumat, adalah 1 Syawal yang pergantian bulannya terjadi pada pukul 10.30 pagi. Sedangkan diharamkan kita berpuasa pada tanggal 1 Syawal jadi kami mengakhiri puasa Ramadhan. Tetapi karena tidak disunnahkan kita melakukan shalat Ied Idul Fitri pada siang harinya , maka shalat Ied Idul Fitri kita selenggarakan besok Sabtu pagi," jelas ustadz Lukman.

Menurut ustadz Lukman, dalam menetapkan tanggal 1 Ramadhan maupun 1 Syawal, An Nadzir menerapkan metode Hisab, Rukyah, dan fenomena alam.

"Landasannya, berpuasalah kamu dengan melihat bulan. itu benar, tapi bulan mana yang akan dilihat, sebab ada dua objek bulan yang dapat dilihat, yakni bulan yang akan terbit dan bulan yang akan habis atau tenggelam. Jika mau melihat bulan yang mau terbit di barat maka mustahil dapat terlihat pada posisi bulan satu sebab posisi bulannya berada di bawah ufuk atau garis horizontal. Potensinya terlihat hanya pada posisi bulan ke dua atau ke tiga. Sedangkan bulan yang sangat mungkin dapat terlihat jelang terbitnya walau dengan mata telanjang adalah bulan yang mau habis. Ketika bulan yang terbit di timur pada subuh hari sudah menunjukkan habis atau hampir tenggelam, maka bisa dipastikan bahwa esoknya itu adalah bulan satu walau tidak diteropong. itu yang kami terapkan. Selanjutnya tinggal mencari tahu jam berapa terjadi perpisahannya," papar ustadz Lukman.

"Selain itu, banyak fenomena alam yang Allah tunjukkan ke kita sebagai tanda jika terjadi pergantian bulan, yakni diantaranya terjadi pasang kondak di laut akibat gaya tarik menarik di bumi sehingga membuat perahu yang ditambat di laut berubah arah, terkadang disertai hujan rintik atau petir," ujar amir An Nadzir, Ustadz Rangka Hanong, ketika masih hidup.

Menurut pantauan wartawan, jamaah An Nadzir Mawang memulai puasa 1 Ramadahannya pada Jumat (26/5/2017) yang lalu dimana pada malam harinya belum terlihat bulan di langit. Sedangkan versi umat Islam lainnya puasa 1 Ramadhan dimulai pada Sabtu (27/5/2017) dimana pada malam harinya tampak sudah terlihat bulan beberapa derajat di atas langit. (iskandar)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template