Warga Makassar Minta, Efek Kasus Ahok Tidak Dibawa ke Makassar - Komando Plus
Headlines News :
Home » , , , » Warga Makassar Minta, Efek Kasus Ahok Tidak Dibawa ke Makassar

Warga Makassar Minta, Efek Kasus Ahok Tidak Dibawa ke Makassar

Written By Admin Iskandar on Senin, 15 Mei 2017 | 08.37.00

Pihak FUIB Makassar
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Sejumlah massa yang menggelar aksi bakar lilin sebagai wujud simpati kepada Ahok di pekarangan RS. Stella Maris baru-baru ini mendapat penolakan dari warga Makassar khususnya ormas Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) pimpinan Muhtar Dg. Lau.

Sekitar tujuh puluh orang dari gabungan ormas Islam melakukan pengusiran kepada massa simpatisan Ahok yang melakukan aksi bakar 1000 lilin yang berkumpul di pekarangan RS. Stella Maris Makassar dan sebagian masuk di Anjungan Pantai Losari, namun dihalau oleh kepolisian untuk menghindari pecahnya konflik.

Massa aksi bakar 1000 lilin untuk Ahok
Aksi bakar 1000 lilin untuk Ahok itu memicu kemarahan mayoritas warga Makassar bahkan pihak FUIB memberikan peringatan keras kepada simpatisan Ahok agar tidak melaksanakan pembakaran lilin, dan apabila peringatan tersebut tidak diindahkan maka FPI akan melakukan tindakan keras.

Selain menolak adanya aksi simpatisan Ahok dan mengusir pembakar 1000 lilin untuk Ahok, massa FPI membentangkan spanduk bertuliskan "Kami Masyarakat dan Ormas Islam Kota Makassar Menyatakan Sikap Stop Aksi Simpatik Untuk Penghina Agama Dan Al Qur'an"..

Sebelumnya, aksi bakar lilin untuk Ahok itu terendus rencananya akan digelar di Anjungan Pantai Losari. Namun mendapat larangan dari pihak Pemprov dan Pemkot untuk menghindari efek kasus Ahok meluas ke Makassar. Sehingga pihak FUIB lebih dulu berada di Anjungan Pantai Losari untuk melakukan pencegahan aksi. Namun massa aksi pembakar 1000 lilin itu melakukan aksinya di halaman RS. Stella Maris yang berhadapan dengan Anjungan Pantai Losari. Suasana itulah yang memicu kemarahan pihak FUIB.

Sejumlah warga kota Makassar menyayangkan adanya aksi itu sebagai wujud telah meluasnya efek kasus Ahok dan merambah ke Makassar. Mayoritas warga Makassar berharap kepada ke dua kelompok itu untuk sama menahan diri dan mempertahankan Makassar sebagai kota aman tidak terkontaminasi efek kasus Ahok.

Bahkan, baik Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Endi Sutendi, maupun Dandim 1408/BS, Letkol Kav. Otto Sollu, serta Walikota Makassar, Danny Pomanto, yang tiba di depan RS. Stella Maris dalam waktu yang tidak sama menghimbau agar kedua belah pihak masing-masing menahan diri. (*)

Laporan: Ilo.
Editor: Iskandar.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template