Hari Jadi Desa Bonto Salama Menguak Sejarah Pitulimpoe - Komando Plus
Headlines News :
Home » , , » Hari Jadi Desa Bonto Salama Menguak Sejarah Pitulimpoe

Hari Jadi Desa Bonto Salama Menguak Sejarah Pitulimpoe

Written By Admin Iskandar on Rabu, 19 April 2017 | 15.30.00

Ir. Nasyit Umat (tengah),  Drs Andi Halilintar Badong (pakai songkok guru)
SINJAI - KOMANDOPLUS : Desa Bonto Salama, salah satu desa di kecamatan Sinjai Barat kabupaten Sinjai, memiliki nilai historis tersendiri dibanding dengan desa lainnya di kecamatan itu. Dahulunya di sekitar desa tersebut terdapat beberapa kerajaan seperti kerajaan yang tergabung dalam federasi Tellu Limpoe, dan kerajaan yang tergabung dalam federasi Pitu Limpoe.

Tellu limpoe (tiga kerajaan) terdiri dari kerajaan-kerajaan yang berada dekat pesisir pantai yakni Kerajaan Tondong, Bulo-bulo, dan Lamatti. Sedangkan Pitu Limpoe (tujuh kerajaan) adalah kerajaan-kerajaan yang berada di dataran tinggi yakni Kerajaan Turungeng, Manimpahoi, Terasa, Pao, Manipi, Suka, dan Bala Suka. Di wilayah ex Pitu Limpoe inilah desa Bonto Salama berada.

Nama Bonto Salama diadopsi dari bahasa budaya setempat yakni kata Bonto yang berarti tanah diatas bukit. Sedangkan kata Salama memiliki arti keselamatan atau kebahagiaan. Sehingga secara leterlet kata Bonto Salama artinya tanah keselamatan atau kebahagiaan yang dalam bahasa konjo setempat disebut "tanah kasalamakkang".

Penamaan desa tersebut tidak lepas dari keberadaan seorang tokoh penyebar agama Islam bernama “Palep’pa Daeng Situncu“ yang digelar Puatta Matinroe ri Bonto Salama, pernah menjadi raja di Turungeng, yang makamnya terdapat di desa itu.

Disebutkan, Puatta Matinroe ri Bonto Salama terkait dengan tokoh besar penyebar agama Islam Syech Yusuf Tuanta Salama dan Abdul Makmur Khatib Tunggal yang dikenal dengan nama Dato Ri Bandang.

Masyarakat Bonto Salama menggunakan bahasa sehari-hari yaitu gabungan antara bahasa Bugis dengan bahasa Makasaar, disebut bahasa Konjo.

Itulah cuplikan sejarah dua gabungan kerajaan-kerajaan di dataran tinggi atau Pitu Limpoe dan gabungan kerajaan-kerajaan di pesisir pantai atau Tellu Limpoe yang terungkap di hari jadi desa Bonto Salama tersebut.

Desa Bonto Salama terbentuk pada 16 April 1962, dan pada tanggal 16 April 2017 adalah merupakan hari jadi yang ke-55 tahun. Selain diramaikan dengan pertunjukan tari kipas dan tari sarung oleh murid SDN-137 Bonto Salama dan turnamen sepak bola, juga dihadiri anggota DPR-RI, Ir. Nasyit Umar SP, dan sejumlah pejabat Sinjai diantaranya Asisten Administrasi Pemerintahan, Drs. Andi Halilintar Badong, camat Sinjai Barat, A. Faris, kades se kecamatan Sinjai Barat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Kepala Desa Bonto Salama, Arfa Mappa, mengaku baru kali ini diadakan ulang tahun desanya yang ke-55, dan berharap meningkatnya bidang ekonomi maupun infrastruktur.

Sementara camat Sinjai barat, A. Faris, menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap kegiatan itu.

Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Sinjai, Drs Andi Halilintar Badong, dalam sambutannya mengungkapkan ucapan sang proklamator Ir. Soekarno bahwa mengenal sejarah berarti mengenal jati dirinya sendiri.

"Berarti yang datang pada hari ini adalah orang yang mengenal sejarah. Kalau mengenal dirinya sendiri berarti mengenal darimana dia berasal. Jika mengenal asalnya berarti mengenal tuhannya," ucapnya berapi-api.

Yang menarik, anggota DPR-RI, Ir. Nasyit Umar SP, dalam sambutannya memuji gaya Drs Andi Halilintar Badong yang berpidato ala salah seorang ketua partai.

"Apa yang ingin saya sampaikan rasa-rasanya sudah disampaikan lengkap semuanya oleh bapak Halilintar. Saya kalau melihat beliau berpidato, saya teringat pada ketua Nasdem bapak Surya Paloh. Alhamdulillah kita punya putra Sinjai yang bisa di banggakan," ujarnya memuji. (*)

Laporan: Sambar.
Editor: Iskandar.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template