Gara-Gara Bergurau Bawa Handak, Penumpang Sriwijaya Air Gagal Terbang - Komando Plus
Headlines News :
Home » , , » Gara-Gara Bergurau Bawa Handak, Penumpang Sriwijaya Air Gagal Terbang

Gara-Gara Bergurau Bawa Handak, Penumpang Sriwijaya Air Gagal Terbang

Written By Admin Iskandar on Selasa, 21 Februari 2017 | 14.54.00

Ilustrasi
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Seorang penumpang pesawat maskapai penerbangan Sriwijaya Air terpaksa berurusan dengan aparat dan gagal ikut penerbangan meski telah mengantongi tiket lantaran mengaku di dalam tasnya terdapat bahan peledak berupa granat di bandara internasional Hasanuddin Makassar, Selasa (21/2/2017).

Penumpang berjenis kelamin lelaki itu bernama Iwan Sang STP warga Jl. Pelabuahan Lama Kelurahan Sokanggo Kecamatan Mandobo Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua tercatat sebagai penumpang pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ-704 nomor kursi 16 C tujuan Merauke.

Keterangan yang diperoleh, saat Iwan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dia langsung menuju ke area keberangkatan untuk melaksanakan proses cek-in setelah melewati pintu detektor. Selanjutnya bergegas menuju lantai dua menunggu proses boarding.

Jelang pemberangkatan menuju tujuan Merauke, Iwan menaiki pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ-704 dan menuju kursi nomor 16 C.

Saat pramugari mengarahkan Iwan untuk meletakkan tas yang semula berada di pangkuannya untuk dipindahkan peletakannya ke compartment kabin pesawat. Ketika Iwan menyerahkan tasnya itu kepada pramugari, dia berkata, "Hati-hati ada granat."

Mendengar pengakuan itu, Wimby, sang pramugari melaporkan hal itu kepada Capt. pilot. Selanjutnya sang pilot meneruskan laporan itu ke petugas security Sriwijaya Air untuk ditindak lanjuti.

Didampingi BKO TNI AU, pihak Avsec AP 1 langsung mengamankan Iwan dan menggiringnya ke posko Avsec untuk dimintai keterangan awal.

Iwan yang diperiksa mengatakan bahwa ucapannya "Hati-hati ada granat" hanyalah gurauan yang terucap secara spontanitas dan tidak mempunyai maksud lain.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan tas bawaan Iwan secara seksama menggunakan alat X-Ray dan ditemukan barang berupa 1 tas laptop merk Acer berisi 1 unit Laptop merk Acer dan 1 tas selempang, namun tidak terdapat granat yang dipermasalahkan itu.

Meski Iwan ternyata hanya bergurau dan tidak membawa granat ke dalam pesawat, namun dia dinyatakan dicancel dan tidak diizinkan ikut terbang.

Sebagai sanksi memberikan efek jera, selanjutnya Iwan diminta membuat surat pernyataan bahwa tidak akan melakukan perbuatan serupa. Dia kemudian diserah terimakan dari pihak Avsec AP 1 kepada personel Polsek Kawasan Bandara untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Laporan: Silo.
Editor: Iskandar.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template