Dinilai, Kasus Penganiayaan Berat Dijadikan Ringan - Komando Plus
Headlines News :
Home » » Dinilai, Kasus Penganiayaan Berat Dijadikan Ringan

Dinilai, Kasus Penganiayaan Berat Dijadikan Ringan

Written By Admin Iskandar on Senin, 18 April 2016 | 07.43.00

Korban, H. Basri, menunjukkan bekas luka
pada lengan kirinya.
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : H. Basri (50 tahun) korban kasus penganiayaan berat, warga Dusun Garangtiga Desa Simbang kabupaten Maros, merasa tak memperoleh rasa keadilan pasca dirinya dan anaknya bersimbah darah karena sabetan parang oleh pelaku.

Pasalnya, Aminah SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Maros yang menangani perkara tersebut memberikan tuntutan sepuluh bulan penjara terhadap terdakwa Dg. Supu selaku pelaku, sementara hakim Pengadilan Negeri Maros, H. Syahbuddin SH, menvonis lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni pidana penjara selama enam bulan. Putusan itu dibacakan pada tanggal 17 -03 -2016 di Pengadilan Negeri Maros.

Korban, H. Basri, mengungkapkan, kejadiannya pada tanggal 23 - 11- 2015 yang lalu. Saat itu, "Saya dan anak saya yang bernama Muhammad Arif (25 tahun) lagi berada di bawah kolong rumah. Selanjutnya Dg. Supu mendatangi kami dan membawa sebilah parang sambil menanyakan, siapa yang menebang pohon jati. Pada saat saya menjawab, maka saat itu Dg. Supu langsung menebaskan parang ke tubuh saya sebanyak dua kali yang mengenai leher dan lengan kiri saya sambil mengatakan saya akan bunuh kamu. Saat itu tubuh saya luka dan terjatuh, kemudian anak saya Muhammad Arif datang untuk merelai tetapi Dg. Supu semakin beringas dan menebaskan parang ke tubuh Muhammad Arif juga lebih dari satu kali. Nanti ada warga yang datang ke tempat kejadian perkara baru Dg. Supu berhenti menebaskan parangnya," kisah H. Basri.

Ditambahkannya, akibat kejadian itu dirinya mengalami luka parah dan sempat dirawat di Rumah Sakit Salewangang Maros dengan delapan belas jahitan yang hingga saat ini kondisinya masih belum sehat dan masih sedang berobat jalan. Begitu juga Muhammad Arif tubuhnya mengalami luka sabetan dengan dua puluh jahitan.

"Makanya saya keberatan karena jaksa memberikan tuntutan ringan dan hakim memvonis lebih rendah dari tuntutan jaksa, sepertinya kasus ini tindak pidana ringan padahal kami berdua mengalami luka berat," kata H. Basri.

Kasi Intel Kejari Maros, Hari Surachman SH,MH mengatakan, "Ada orang yang mengaku keluarga korban menemui JPU, Aminah SH, dan menyampaikan bahwa kondisi korban sudah sehat. Sehingga itu yang menjadi alasan Jaksa memberikan tuntutan sepuluh bulan penjara dan Hakim menjatuhkan pidana penjara selama enam bulan kepada terdakwa Dg. Supu," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Organisasi Bantuan Hukum Yayasan Patriot Indonesia (OBH YPI) Sulawesi Selatan, DR. Misbahuddin. SE,M.Si, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan tuntutan jaksa yang ringan dan vonis hakim yang rendah dalam kasus penganiayaan berat tersebut karena tuntutan jaksa tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat dan tidak memberikan efek jera bagi pelaku.

"Kedua korban mengalami luka berat, seharusnya JPU menerapkan pasal 351 ayat (2) KUHP bahwa jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama limah tahun," sorot Misbahuddin. (Nas/is)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template