Menelisik Keresahan Pegawai Dibalik Megahnya RSB Fatimah Makassar - Komando Plus
Headlines News :
Home » » Menelisik Keresahan Pegawai Dibalik Megahnya RSB Fatimah Makassar

Menelisik Keresahan Pegawai Dibalik Megahnya RSB Fatimah Makassar

Written By Admin Iskandar on Sabtu, 12 Maret 2016 | 20.31.00

MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Siapa sangka, Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah yang memiliki gedung indah, rapi nan bersih ternyata membungkus manajemen bobrok yang meresahkan pegawainya. Betapa tidak, seorang pegawai perempuan yang menjabat bendahara mampu menaklukkan sang direktur. Sementara anak perempuan dari sang bendahara tersebut yang walau hanya berstatus pegawai honor namun mampu memutasi pegawai yang berstatus PNS.
 

Hal tersebut terungkap di kantor Polsekta Ujung Pandang oleh sejumlah pegawai saat menjadi saksi yang dihadirkan atas kasus yang dilaporkan sang bendahara tersebut terhadap Kabag Kepegawaian, Abd. Rahman Azis, rekan sekantornya sendiri.
 

Ihwal kasus pidana itu sendiri terjadi ketika sang bendahara itu memarahi dan menunjuk-nunjuk hingga telunjuknya nyaris menyentuh hidung sang kepala kepegawaian, lalu ditampik sehingga menimbulkan luka gores sepanjang dua centimeter. Luka gores inilah yang dilaporkannya ke polisi lalu diproses hukum. Hebatnya, polisi pun bisa “terhipnotis” sehingga mengkategorikan luka gores itu sebagai perbuatan penganiayaan berat yang disangkakan dengan pasal 351 KUHP (Baca berita terkait, komando-plus.blogspot.com/2016/03/lagi-komnas-waspan-sorot-kasus-luka.html). Sementara pimpinan ke dua pegawai itu pun tak dapat berbuat banyak untuk menengahi masalah tersebut hingga terus bergulir di ranah hukum.
 

Dan dari kasus luka gores itulah terkuak merebaknya keresahan para pegawai yang tampaknya tak mampu ditangani oleh petinggi rumah sakit bersalin yang terletak di jalan Gn, Merapi Makassar itu.
 

Adalah perempuan berinisial Rah, bendahara rumah sakit milik pemprov Sulsel itu, yang namanya disebut-sebut sebagai biang kerok terjadinya keresahan di kalangan PNS. Sebab oknum tersebut mampu bertindak melampaui kapasitasnya. Bahkan anak perempuannya bernama Mismaya yang berstatus pegawai honor dikabarkan bisa memutasi pegawai yang berstatus PNS sesuai arahan Rah, ibunya.
 

“Kalau pak direktur tidak mendukung saya, maka saya akan bongkar,” kata Rah ditirukan sumber. Kalimat ini yang diucapkan Rah dan diperdengarkan kepada sesamanya pegawai. Meski tak dijelaskan masalah apa yang akan dia bongkar, namun tampaknya Rah memegang “kunci rahasia” yang membuat pimpinannya tak bisa berkutik.
 

Informasi yang diperoleh, sejak bergulirnya kasus pidana yang dilaporkan Rah atas Kabag Kepegawaian, Abd. Rahman Azis, pada Januari 2016, setidaknya lima pegawai yang dimutasi oleh Mismaya, sang pegawai honor, lantaran ke lima pegawai tersebut memberikan kesaksian jujur di kantor polisi yang tidak menguntungkan posisi Rah selaku pelapor.
 

Ke lima pegawai itu disebutkan bernama Muh. Arman, Yayu Srirahayu, Mathius Ma’dika, Hamzah, dan Ambo Rappe. Pegawai lainnya yang juga mengalami hal yang serupa disebutkan bernama Karina, Hamriani, Kartini Sidik, Muliati, dan Nasrun. Diantara mereka saat dikonfirmasi membenarkan dirinya telah dimutasi tanpa sepengetahuan Kepala Kepegawaian dan Kepala Tata Usaha kantor namun SK mutasi ditandatangani pimpinannya.
 

Mutasi itu pun berbuntut pengunduran diri oleh sejumlah pegawai yang bersangkutan sebab ditempatkan pada tempat yang bukan bidangnya.
 

Informasi lainnya, sejak akhir tahun 2015 hingga sekarang, setidaknya sembilan orang pegawai yang mengundurkan diri dari jabatan barunya lantaran dimutasi dan ditempatkan pada tempat yang tak sesuai keahliannya.
 

Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah, DR. Dr. H. Leo Prawirodiharjo Spog(k);MM;M.Kes;PHD, yang hendak dikonfirmasi Jumat (11/3/2016) sore tidak berhasil sebab sedang tidak ditempat. Bahkan tak seorang pejabat rumah sakit setempat termasuk Rah dan Mismaya yang terlihat ketika itu. Namun demikian, keterangan konfirmasi dari pihak pimpinan rumah sakit bersalin beserta pihak yang bersangkutan tetap diupayakan untuk perimbangan pemberitaan. *(is)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template