Headlines News :

Ads google

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours
Jl. Gn. Bawakaraeng No. 111E (Depan SPBU Terong) Telp. 0411-420600 WA 085395591962 Makassar

Propellerads

PropellerAds
Home » , » Aliansi Solidaritas Perempuan Sulsel Kecam Kekerasan PRT

Aliansi Solidaritas Perempuan Sulsel Kecam Kekerasan PRT

Written By komando plus on Rabu, 07 Oktober 2015 | 21.28.00

MAKASSAR- KOMANDOPLUS : Sejumlah aktivis perempuan di Makassar yang menggabungkan diri ke dalam aliansi solidaritas perempuan Sulsel berencana menggelar aksi unjuk rasa yang dilanjutkan dengan penyerahan aspirasi ke DPRD Sulsel besok, Kamis (7/10/2015), menyusul terjadinya kekerasan terhadap pekerja rumah tangga (PRT) Toipah di jakarta oleh majikannya yang diduga dilakukan oleh Ivan Haz, putra mantan wapres RI Hamzah Haz.


Aksi itu dimaksudkan untuk memberi dukungan solidaritas kepada sesamanya perempuan khususnya kepada Toipah yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan mengalami kekerasan di tempat kerjanya, sekaligus mengecam kekerasan itu terlebih karena diduga kuat dilakukan oleh anggota DPR.

Menurut mereka, kekerasan terhadap PRT sudah sepantasnya dihentikan.

Dalam rilis yang rencana akan dibacakan pada saat orasi besok menyebutkan, fakta tindak kekerasan terhdap PRT yang diduga dilakukan oleh Ivan Haz beserta isterinya itu adalah tindakan yang sangat memalukan dan tidak berprikemanusiaan.

"Pelaku sebagai anggota DPR RI harusnya memberikan teladan perlindungan terhadap warga negara termasuk PRT yang bekerja di rumahnya," tulisnya.

Selain PRT Toipah, mereka juga merilis kekerasan PRT lainnya yakni perempuan Ririn Susanti asal probolinggo Jawa Timur yang juga diduga dianiaya oleh majikannya Bastian Liam di jalan Malaka 56 Medan Timur. Menurut mereka, korban Ririn Susanti baru sepekan bekerja tetapi sudah mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi.

"Korban kerap mengalami penganiayaan dan penyekapan oleh majikannya. Rabu (30/9/2015) Ririn ditemukan warga karena menjerit kesakitan setelah melompat dari lantai dua rumah majikannya," tulisnya lagi.

Kordinator Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel Jumiyati mengatakan, Sudah saatnya pemerintah dengan DPR segera mengesahkan regulasi perlindungan PRT berupa undang-undang.

"Selain itu kami mendesak kepada kepolisian untuk segera memproses secara hukum pelaku kekerasan terhadap PRT Toipah maupun pelaku kekerasan terhadap PRT Ririn tanpa pandang bulu," ujarnya di sekretariat Sekolah PRT di Antang Makassar, Rabu (7/10/2015).

Aliansi Solidaritas Perempuan itu terdiri dari FPMP Sulsel, Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), KPI Sulsel, LPA Sulsel, LEMBARA, Komite Aksi Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan Buruh Migran (KAPPRT-BM) Sulsel yang menaungi tiga konfederasi serikat pekerja masing-masing KSPI, KSPSI, dan KSBSI, serta sejumlah aktivis lainnya. (is)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber - Email: redaksikomandonews@gmail.com
_____________