Surat Kompolnas Tidak Bergigi di Sulsel ? - Komando Plus
Headlines News :
Home » , » Surat Kompolnas Tidak Bergigi di Sulsel ?

Surat Kompolnas Tidak Bergigi di Sulsel ?

Written By Admin Iskandar on Minggu, 04 Mei 2014 | 00.23.00

Arsyad, pengaduannya masih mengendap
MAKASSAR - KOMANDOPLUS : Ketua LSM Peduli Rakyat (Perak), Muh. Rum Hehamahua, menilai surat Kompolnas Nomor: B/392/III/2014/Kompolnas tanggal 25 Maret 2014 ditanda tangani Syafriadi Cut Ali yang ditujukan kepada Kapolda Sulsel tidak “bergigi”.

“Buktinya, kasus perampasan tanah yang diadukan oleh Arsyad ke Polres Lutra dengan terlapor Rudi Hartono sejak dua tahun silam hingga sekarang masih tidak jelas kelanjutannya. Padahal Kompolnas telah meminta Kapolda Sulsel untuk menindaklanjuti kasus yang beku itu,” ujar Rum.

Informasi yang diperoleh, terlapor Rudi Hartono yang telah didiskualifikasi dari pencalegannya lantaran seringnya melanggar aturan partainya itu, tetap bersikeras mengklaim kebun kelapa sawit bersertifikat hak milik atas nama Jufri adalah miliknya.

Dugaan kepemilikan ilegal itu diperkuat oleh camat maupun kepala desa setempat menyatakan kebun kelapa sawit seluas sekitar 2,4 ha di desa Katulungan kecamatan Masamba kabupaten Lutra itu bukan milik Rudi Hartono.

Sementara sikap penyidik yang menangani kasus itu agaknya enggan untuk memeriksa Rudi Hartono, malahan meminta agar Jufri yang tercatat dalam buku sertikat tanah dihadirkan, serta meminta agar dilakukan pengukuran tanah.

“Kenapa orang yang jauh minta dihadirkan. Khan sudah ada kuasanya. Dan kuasanya itu yang sudah melapor, dia juga adalah pemilik, sudah dimintai keterangan, bukti sudah ditunjukkan semuanya. Tapi kenapa tak mau memeriksa terlapor ? Bahkan polisi berdalih minta agar Jufri yang sedang tidak tinggal di sini dihadirkan. Juga meminta agar tanah diukur padahal sudah ada surat ukurnya. Ada apa polisi dengan terlapor ?,” ujar Rum heran.

Sekedar diketahui, kebun kelapa sawit yang diklaim Rudi sebagai miliknya itu tercatat dalam sertifikat hak milik (SHM) Nomor: 382/Katulungan tahun 1991 atas nama Jufri. Sedangkan pelapor Arsyad, selain sebagai kuasanya Jufri, juga termasuk pemilik secara bersama dengan Jufri atas tanah itu sesuai pernyataan mereka tertanggal 22 Nopember 2010.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Kapolda Sulsel Irjen Pol. Burhanuddin Andi melalui Irwasda untuk menindak lanjuti pengaduan warga atas nama Arsyad Hasan terkait kasus pidana penyerobotan tanah yang diporoses Sat Reskrim Polres Luwu Utara (Lutra) sejak 1 Feberuari 2012 silam dengan tersangka Rudi Hartono SE yang hingga sekarang tidak dilanjutkan.

Hal tersebut tertuang dalam surat Kompolnas Nomor: B/392/III/2014/Kompolnas tanggal 25 Maret 2014 ditanda tangani Syafriadi Cut Ali yang ditujukan kepada Kapolda Sulsel.

Dalam surat tersebut disebutkan, Kompolnas telah menerima pengaduan Arsyad Hasan yang mengadukan kinerja Sat Reskrim Polres Lutra sebab tidak melanjutkan Laporan Polisi Nomo: LP/42/II/2012/Sul-sel/Res Lutra.

Sementara Kabid Humas, Kombes Pols Endi Sutendi, hingga saat ini belum juga memberikan keterangan yang diminta terkait berita tersebut. “Saya akan cek ke staf Irwasda ya pak,” jawab Endi via pesan BBM, Jumat dua pekan lalu. (isk)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template