Headlines News :

Ads google

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours
Jl. Gn. Bawakaraeng No. 111E (Depan SPBU Terong) Telp. 0411-420600 WA 085395591962 Makassar

Propellerads

PropellerAds
Home » , » Dua Proyek Milyaran Terbengkalai di Gowa ?

Dua Proyek Milyaran Terbengkalai di Gowa ?

Written By komando plus on Selasa, 04 Februari 2014 | 14.00.00

Proyek terbengkalai di Danau Mawang
GOWA – KOMANDOPLUS : Dua proyek tahun 2013 bernilai milyaran rupiah di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel) meski telah memasuki tahun 2014, namun proyek tersebut tidak juga tuntas penyelesaiannya bahkan sekarang menjadi terbengkalai. Kedua proyek tersebut masing-masing yakni proyek tempat pelelangan ikan (TPI) di desa Salajangki kecamatan Bontonompo, dan sebuah proyek di danau Mawang kabupaten Gowa.

Proyek TPI di Desa Salajangki dikerjakan oleh PT. Cahaya Insani, sedangkan proyek di Danau Mawang dikerjakan oleh CV. Dana Pertiwi. Kedua proyek tersebut diketahui bernilai total Rp 8,5 milyar dari dana APBN tahun 2013.

Pimpinan PT. Cahaya Insani, Hendrik, yang hendak dikonfirmasi tidak berhasil sebab tidak berada di tempat. Namun karyawannya menjelaskan, terhentinya pelaksanaan proyek TPI di Desa Salajangki disebabkan karena kontrak perjanjiannya diputuskan secara sepihak oleh pihak Dinas Perikanan Kabupaten Gowa selaku pemberi pekerjaan. Alasan pemutusan kontraknya, sebab hingga berakhirnya tahun anggaran 2013 proyek tersebut dinilai tidak juga selesai.

Menurut karyawan itu, atas pengerjaan proyek TPI tersebut pihak PT. Cahaya Insani selaku kontraktor pelaksana baru menerima pembayaran muka (down payment) sebesar dua puluh persen dari nilai proyek.

“Untuk lebih jelasnya, coba bertanya ki di Dinas Perikanan sebab disana yang lebih tahu kenapa proyek itu dihentikan,” kata karyawan itu sembari menambahkan bahwa proyek yang di Danau Mawang dikerjakan oleh CV. Dana Pertiwi.

Kadis Perikanan dan Peternakan, Ir. Muchlis, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Haerul Azwar, yang hendak dikonfirmasi, Selasa (4/2), tidak berhasil sebab sedang ada kegiatan di luar kantor.

“Pak Kadis sedang memimpin Musrembang di Kecamatan Bontonompo. Sedangkan pak Azwar ke dinas di provinsi,” ujar staf disana.

Sementara, Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara (Komnas Waspan-RI) yang turut memantau perkembangan pelaksanaan proyek tersebut mempertanyakan kinerja aparat pengelolanya.

“Kenapa proyek yang terpengaruh dengan musim hujan dilaksanakan pada musim hujan. Apa sekedar ambisi untuk menghabiskan dana di akhir tahun anggaran ?, ” kata ketua Komnas Waspan, Drs. Sjaffry Syamsoeddin, mempertanyakan di Makassar. (isk)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber - Email: redaksikomandonews@gmail.com
_____________