Headlines News :

Ads google

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours
Jl. Gn. Bawakaraeng No. 111E (Depan SPBU Terong) Telp. 0411-420600 WA 085395591962 Makassar

Propellerads

PropellerAds
Home » , , » Pembangunan Ruang Lab SMAN IV Maros Diduga Salahi bestek

Pembangunan Ruang Lab SMAN IV Maros Diduga Salahi bestek

Written By komando plus on Rabu, 13 Maret 2013 | 11.51.00

Drs. Andi musafir MM
MAROS – KOMANDOPLUS : Pelaksanaan pembangunan ruang laboratorium (lab) SMAN IV Maros Sulsel diduga menyalahi bestek. Dugaan penyimpangan bestek tersebut ditemukan oleh Aripuddin, Divisi Hukum dan HAM Komisi Nasional Pengawas Aparat Negara (Komnas Waspan RI) di Maros, saat menyambangi sekolah tersebut beberapa waktu yang baru lalu.

“Yang paling menonjol adalah pemasangan kuda-kuda rangka atas yang hanya terbuat dari kayu, padahal gambar besteknya menyebut terbuat dari rangka baja ringan,” kata Aripuddin kepada KOMANDOPLUS.

Proyek pembangunan ruang lab SMAN IV Maros dikelola pihak komite sekolah setempat berasal dari Kementerian Diknas didanai oleh APBN tahun 2013 sebesar Rp 230 juta dengan masa pelaksanaan pekerjaan Januari hingga April 2013.

Kepala SMAN IV Maros, Drs. Andi Musafir MM, yang dikonfirmasi via seluler Rabu (13/3) membenarkan adanya perubahan itu. Dia berdalih, bangunan tersebut rencananya akan bertingkat sehingga menyulitkan hal itu dilakukan bila kuda-kudanya terbuat dari baja ringan.

Andi Musafir menyebut perubahan itu sudah dilaporkan ke Jakarta meski belum ada persetujuan dari pihak kemendiknas.

“Kami sudah menyurat ke Jakarta minggu lalu pak. Karena katanya kalau ada perubahan supaya dibuatkan surat yang diketahui Kadis lalu dilaporkan ke Jakarta,” jelasnya.

Sementara Ketua Komnas Waspan RI di Makassar melalui sekretarisnya, Nasution jarre, mengatakan akan melaporkan aparat yang bertanggung jawab atas pekerjaan proyek itu jika pengelolaan proyeknya tidak sesuai ketentuan. “Sebab dengan penyimpangan bestek seperti itu dapat diduga ada potensi perbuatan korupsi di dalamnya,” kata Nasution.

“Dan seharusnya perubahan penggunaan material yang tidak sesuai bestek itu dilakukan setelah ada persetujuan dari Kemendiknas. Bukan persuratannya ke Jakarta dilakukan setelah ketahuan adanya penyimpangan,” pungkasnya. (isk)
Share this article :
 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber - Email: redaksikomandonews@gmail.com
_____________