Headlines News :

Ads google

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours
Jl. Gn. Bawakaraeng No. 111E (Depan SPBU Terong) Telp. 0411-420600 WA 085395591962 Makassar

Propellerads

PropellerAds
Home » , » Penyidik Dinilai Proses Kembali Kasus Yang Telah Diputus

Penyidik Dinilai Proses Kembali Kasus Yang Telah Diputus

Written By komando plus on Selasa, 12 Februari 2013 | 07.25.00

Drs. Sjaffry Sjamsoeddin
BANTAENG – KOMANDOPLUS : Pemanggilan saksi kepada tiga orang keluarga Silalo, terpidana kasus penipuan, oleh penyidik Polres Bantaeng terkait pengembalian uang kerugian korban senilai Rp 65 juta, dinilai oleh Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara (Komnas Waspan) RI sebagai pemerosesan kasus pidana yang menyalahi ketentuan hukum.

Alasannya, kasus penipuan yang menimbulkan kerugian bagi sebelas orang korban senilai Rp 65 juta itu telah diputus oleh pengadilan dan terpidana sementara menjalani hukumannya.

Ke tiga orang keluarga terpidana Silalo yang dipanggil itu adalah Aso Dg. Tompo Bin Silalo, St. Aminah Binti Jaga, dan Samsinar Binti Silalo. Mereka dipanggil penyidik sebagai saksi terkait tuntutan para korban agar ke tiga orang tersebut yang pernah berjanji untuk membantu penggantian kerugian saat Silalo masih berstatus tersangka di Polres Bantaeng, namun mereka tidak penuhi . Dikarenakan tidak terpenuhinya janji tersebut sehingga proses hukum Silalo berlanjut hingga ke pengadilan.

Dari ketiga terpanggil itu, baru dua yang sempat hadir memenuhi panggilan yakni Aso Dg. Tompo Bin Silalo dan St. Aminah Binti Jaga, hanya saja baru Aso Dg. Tompo Bin Silalo yang selesai dimintai keterangan, Senin (11/2/13).

“Sebuah kasus pidana tidak boleh diproses dua kali. Polisi hendaknya tidak mencari-cari alasan untuk memproses lagi kasus yang telah diputus itu. Lebih tepat jika polisi mencari dan menangkap terduga pelaku utama atas nama Mustamin yang berhasil membawa uang korban lalu melarikan diri dan hingga sekarang polisi belum berhasil menangkapnya,” kata Ketua Komnas Waspan, Drs. Sjaffry Sjamsoeddin, di Makassar.

Sjaffry Sjamsoeddin didampingi sekretarisnya Nasution Jarre juga mempertanyakan pernyataan Kasat Intel AKP Jamal yang menyatakan pembelaannya secara sepihak kepada H. Sahabuddin, salah seorang korban.

“Ada apa antara pak Kasat Intel menyatakan itu terkait dengan pengembalian uang ?,” kata Sjaffry heran.

Ketika itu, pengurus Komnas Waspan itu bersama wartawan saat sedang mendengar penjelasan konfirmasi Kabag Humas AKP Rafiuddin atas perintah Kapolres AKBP Donyar S.Ik, tiba-tiba AKP Jamal datang dan berbicara memberikan keterangan bernada memihak.

“Pa haji sudah sangat membantu, Silalo diberi penangguhan penahanan karena pak haji ini. Memang Silalo sudah menjalani hukuman tapi bagaimana dengan pengembalian uang para korban. Kasian ini pak haji diburu terus oleh para korban,” kata AKP jamal dengan nada tinggi sambil menunjuk H. Baharuddin yang juga hadir saat terpanggil memenuhi panggilan penyidik.

Sementara Kabag Humas AKP Rafiuddin yang menerima wartawan di teras karena tak memiliki ruangan sendiri mengaku heran jika pemanggilan saksi untuk pengembalian uang itu terkait dengan Silalo yang telah terpidana dalam kasus penipuan.

Untuk diketahui, awalnya Mustamin mencari orang untuk diberangkatkan naik haji lalu meminta Silalo mempertemukan dengan keluarganya. Silalo kemudian menemui H. Baharuddin. Selanjutnya H. Baharuddin mencari beberapa orang yang bakal menjadi peserta calon haji.

Setelah para peserta termasuk Silalo membayar, tiba-tiba Mustamin menghilang bertepatan saat tiba hari pemberangkatan dimana semua calon haji itu sudah mengenakan pakaian ihram dan siap diberangkatkan ke mekah.

Karena Mustamin menghilang, maka Silalo yang dituntut tanggung jawab.(isk)
Share this article :
 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber - Email: redaksikomandonews@gmail.com
_____________