Headlines News :

Ads google

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours

Program Umrah 9 dan 13 Hari PT. Maharani Tours
Jl. Gn. Bawakaraeng No. 111E (Depan SPBU Terong) Telp. 0411-420600 WA 085395591962 Makassar

Propellerads

PropellerAds
Home » , » Upaya Lain Pelemahan KPK

Upaya Lain Pelemahan KPK

Written By komando plus on Kamis, 11 Oktober 2012 | 00.06.00

Irjen Pol Mudji Waluyo
MAKASSAR - KOMANDO Plus : Setelah pernyataan presiden SBY pada Senin (8/10/2012) malam yang lalu, yang menggagalkan upaya Polri yang sebagian kalangan menilai sebagai pelemahan KPK dalam kasus Simulator SIM, kini muncul upaya lain dari lingkup Polda Sulsel sebagai hal yang sama pelemahan KPK, yakni dengan menyorot latar belakang sejumlah punggawa KPK.

Sorotan tersebut beredar melalui pesan berantai berisi kecaman terhadap KPK beredar luas di Sulawesi Selatan, termasuk kepada wartawan sebelum pernyataan presiden SBY, namun terungkap pasca presiden menyampaikan pernyataannya.

Seperti ditulis lintasterkininews.com, dalam pesan BBM tersebut mempertanyakan siapa sebenarnya AS (Abraham Samad) pimpinan KPK ?. Dia adalah aktivis LSM dengan latar belakang pengacara.

Diuraikan, pada saat rangkaian peledakan bom di Makassar dan Jogya, AS adalah salah satu penyuara “hak” teroris dengan menjadi kuasa hukum. Bahkan, AS masih terkait dengan pemalsuan dokumen keimigrasian Ust. Abu Bakar Baasyir. Dan masih banyak keterkaitan AS baik dengan para tersangka teroris maupun aktivitas LSM (semua sudah tahu kalau LSM semakin kencang teriak, semakin banyak dana dari luar negeri cair ke mereka). Tapi ingat bangsa dan negaralah yang dibuat seperti sekarang ini. Siapa sebenarnya BW (Bambang Widjojanto)? Kurang lebih sama, dia adalah penggiat LSM yang berawal dari pengacara, bahkan beberapa pelaku teroris “terkenal” pernah dibela oleh dia.

Kita ambil satu saja pendukung #savekpk yaitu: Wamenkumham Deni Indrayana? Dia sebelum jadi Wamenkumham adalah aktivis dari Pukat UGM Yogya yang setiap tahun mendapat hibah ratusan milyar dari anggaran KPK (silahkan googling untuk berita ini, ada 1000-an lebih yg terkait). Berikutnya JH (Johan Budi) adalah mantan wartawan Tempo yang sangat getol membela “HAM” yang selalu mengorbankan bangsa dan negara tercinta ini. Lalu kenapa KPK memancing untuk kisruh dengan Polri ? Bukan dengan Jaksa, Hakim,TNI, Parpol.

Menarik dan logis, sekarang ini Polri adalah garda terdepan pemberantasan terorisme. Memahami terorisme tidak segampang orasi pr pendemo dan LSM teroris itu multidimensi kepentingan berbagai pihak. Tidak percaya? Lihat saja, generasi awal terorisme DR.Azhari, Noordin Top, Imam Samudera dan lain-lain mereka jebolan mana? Malaysia!

Sadarkah wahai anak bangsaku bahwa bangsa Indonesia sedang dilemahkan oleh kepentingan kelompok dengan sponsor dari luar? Settingan besarnya adalah melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum sehingga dengan sangat gampang bangsa kita “dijajah” oleh kepentingan asing melalui tangan para aktivis LSM. Ingat, dari lima pimpinan KPK ada tiga orang diantaranya yang aktivis LSM (silahkan sebutkan sendiri).

Kesimpulan: jelas sekali agenda besar yang dibawa AS, BW, DI, JH yaitu instabilisasi bangsa Indonesia. Apa perlu kita berteriak dukung KPK yang berarti sama saja menghancurkan bangsa sendiri. Biarkan saja mekanisme hukum berjalan, jangan buat aturan dengan menabrak aturan. Kita semua sayang KPK tapi tidak ikhlas KPK dimanfaatkan LSM tidak bertanggungjawab. Ingat, baru pada KPK jilid AS semua jadi berantakan. Ingat, mereka tersenyum manakala melihat bangsa Indonesia hancur, sayangilah bangsamu sendiri, jangan mau diadu domba oleh LSM teroris.


Masih seperti ditulis lintasterkininews.com, terdapat sejumlah pamen Polda Sulsel salah satunya terlihat mantan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestabes Makassar yang menulis pesan: “Sudah 3 angkatan KPK (jilid 3 ) sudah 10 tahun lebih berdiri….apa hasilnya ???? Mengapa korupsi semakin merajalela???..dan setiap jilid selalu bermasalah……yang ada para punggawa KPK selalu berkicau dimedia, dan bepergian masing2 kemana2..tapi hasil kerja kasus2 besar terbengkalai (kass century, hambalang,kasus gayus,kasus alquran,kasus pemadam kebakaran,kasus seragam linmas banyak lagi).”

Ia melanjutkan dengan pesan, “Jilid pertama: kasus pemerasan oleh penyidik KPK kompol Parman Rp.500 juta, jilid kedua kasus bibid candra yg diduga terima miliaran…kita masih ingat Nazarudin yg menuding Candra hamzah terima uang miliaran.. serta kasus pembunuhan dan caddy melibatkan ketua kpk antasari, Jilid ketiga: mulai dr penghianatan pr penyidik polri pada kepemimpinan keangkuhan dan kesombongan seorang samad… Kok kenapa pemerintah dan rakyat (dpr serta lapisan masy tidak meliat secara detail kasus demi kasus oleh kpk???? Sudah layakkah kpk ini dijadikan lembaga superbody yg permanen…..??? Wallahualam Mohon maaf.”

 
Kemudian pesan BBM tersebut disusul permintaan maaf oleh polisi yang membroadcastnya.

Namun paska beredarnya pesan berantai via Blackbarry Messenger (BBM) yang dilakukan sejumlah perwira di jajaran Polda Sulsel, Kapolda Sulsel Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Mudji Waluyo mengimbau seluruh personelnya agar bersinergi dengan KPK dalam memberantas korupsi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).


Imbauan Mudji dilayangkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Komisaris Besar (Kombes) Polisi Chevy Achmad Sopari via Blackberry massanger ( BBM).

“Pemberantas Korupsi di Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat bisa diberantas secara maksimal apabila aparat Kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya, khususnya dengan KPK, bisa membangun hubungan lebih sinergis lagi sehingga peluang peluang terjadinya korupsi bisa di berantas,” bunyi BBM yang disebarkan Chevy Achmad.

Oleh karena itu aparat Kepolisian Polda Sulsel dan jajarannya harus melaksanakan hubungan yang harmonis dan saling memberi informasi satu sama lain, sehingga bisa terwujud Save Polri, Save KPK dan Save Indonesia. Oleh karena itu Polda Sulsel akan selalu patuh dan taat melaksanakan terhadap instruksi Presiden Republik Indonesia dalam menegakkan hukum, khususnya penanganan Korupsi. (iskandar)
Share this article :
 
Design Editor by Iskandar
Copyright © 2014. Komando Plus - Media Cyber - Email: redaksikomandonews@gmail.com
_____________