Tersangka Usia Lanjut Terkapar Sakit Saat Ditahan - Komando Plus
Headlines News :
Home » , » Tersangka Usia Lanjut Terkapar Sakit Saat Ditahan

Tersangka Usia Lanjut Terkapar Sakit Saat Ditahan

Written By Admin Iskandar on Rabu, 06 Juni 2012 | 16.01.00

MAKASSAR - KOMANDO Plus : Penahanan terhadap lelaki Hamangsia Bin Bundu menyusul penangkapan polisi berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan pihak Polres Gowa, bernomor: Sp.Kap./185/VI/2012 Reskrim tertanggal 5 Juni 2012 lalu terkait dugaan pidana pemalsuan surat keterangan Kewarisan dan surat pendaftaran sementara tanah milik Indonesia, disesalkan pihak keluarga tersangka.

Pasalnya, tersangka Hamangsia telah berusia lanjut 84 tahun yang mengalami masalah pendengaran dan dalam keadaan sakit akut serta tak mungkin melarikan diri. Kondisi kesehatan tersangka diperkuat dengan keterangan Medis Rumah Sakit Bhayangkara. Ironisnya, surat keterangan medis tersebut tidak diindahkan oleh pihak pinyidik Polres Gowa.

Penahanan oleh pihak kepolisian tersebut terkesan dipaksakan, sebab surat keterangan medis yang yang menjelaskan tentang kondisi kesehatan pendengaran tersangka yang pernah dilayangkan pihak keluarga disembunyikan oleh tim penyidik. Sehingga tersangka dipaksa hadir di Mapolres Gowa untuk memberikan keterangan dengan berbagai macam bentuk tekanan pihak penyidik hingga akhirnya berkasnya dilimpahkan ke Kejari Gowa.

Saat ini tersangka telah berstatus tahanan titipan kejaksaan di Rutan Makassar. Namun baru sehari mendekam di Rutan, tersangka yang memang dalam keadaan sakit tiba-tiba terkapar jatuh sakit. Maka pihak Rutan melarikan tersangka ke Rumah sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Hingga kini tersangka masih terbaring di ruang UGD Rumah sakit Bhayangkara Makassar.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa terkesan menutup mata akan prihal ini dengan dalih surat keterangan medis tersangka tidak pernah diterimanya. Padahal, menurut salah seorang kerabat tersangka, surat keterangan medis dari Bhayangkara telah diserahkan ke pihak penyidik Polres Gowa, IPTU Hasanuddin Kanit Tahbang.

Hasil kunjungan Tim Komando Plus ke Rutan Makasar diperoleh informasi lain. Dari tersangka lainnya yang turut terlibat dalam perkara yang menyeret tersangka Hamangsia ini menyebut, penyidik Kejari Gowa telah mendatangi mereka di Rutan Makassar seraya mangancam dan mengintimidasi tersangka lainnya itu agar mundur dari perkara ini, dan agar mengaku bahwa mereka bukanlah para ahli waris pemilik sah atas tanah yang disengketakan di Pallangga.

“Kalau Bapak mengaku bahwa itu nenek bapak, maka akan diproses dan akan dilanjutkan penahanan ini. Namun jika bapak tidak mengakui, maka bapak akan kami lepas tanpa tuntutan,” ancam pihak penyidik Kejari Gowa, Nur Utami Dewa ditirukan oleh Suddin salah seorang tersangka lainnya.

Saat dikonfirmasi, pihak Kejari Gowa membantah adanya kejadian ini, mereka berdalih surat keterangan medis dari Bhayangkara tidak pernah mereka terima.
“Surat keterangan medis Rumah sakit Bahayangkara tidak pernah kami terima hingga kasus ini dilimpahkan ke kejari Gowa,” tampik Nur Utami Dewa penyidik Kejari Gowa.

Informasi lainnya yang diperoleh Tim KOMANDO Plus dilapangan menyebut bahwa penerbitan P21 terkesan dipaksakan. Salah seorang kerabat tersangka menuturkan bahwa H. Suardi SH, kuasa hukum A. Mappabangka, mengungkapkan bahwa penerbitan P21 ini adalah desakan dari salah seorang pejabat Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Kronologis perkara ini berawal dari sengketa tanah di Pallangga Kab. Gowa antara ahli Waris Doda bin Kelo dengan A. Mappabangka. Lalu bergulir ke kasus pidana karena ada dugaan pidana pemalsuan surat di dalamnya yang menyeret Hamangsina sebagai tersangka.(Tim)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template