Maulid PLN Makassar Timur, Ungkap Kejanggalan Tafsir Al Qur'an - Komando Plus
Headlines News :
Home » , » Maulid PLN Makassar Timur, Ungkap Kejanggalan Tafsir Al Qur'an

Maulid PLN Makassar Timur, Ungkap Kejanggalan Tafsir Al Qur'an

Written By Admin Iskandar on Rabu, 15 Februari 2012 | 13.01.00

PLN Makassar Timur memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1432 H. Ustad Erwin Bahar yang membawakan hikmah maulid Nabi Muhammad SAW mengungkapkan adanya kejanggalan dalam tafsir al qur'an terjemahan Depag yang dapat membingungkan umat Islam.

MAKASSAR – KOMANDO Plus : Meski peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW masih tetap menjadi perdebatan sebagian kalangan umat Islam yang menyebutkan bahwa kegiatan tersebut adalah tergolong bid’ah karena termasuk sesuatu yang diada-adakan, namun pihak PLN Makassar Timur tetap melaksanakannya dengan menghadirkan ustadz yang mampu menepis secara ilmiah anggapan tersebut.

Peringatan Maulid itu mengangkat tema, “Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah Dengan Akhlaqul Qarimah Melalui Amal Ilmiah Dan Ilmu Amaliah” diselenggarakan di kantor PLN Makassar Timur di jalan Raya Batara Bira Makassar Sulsel, Rabu (15/2).

Manager PLN Makassar Timur, Khaerullah ST, dalam sambutannya mengatakan kegiatan maulid seperti ini adalah kegiatan sebagaimana yang biasa dilakukan pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal yang dimaksudkan untuk tetap menjaga dan memperkokoh silaturahim antar sesama staf PLN Makassar Timur dengan para mitra PLN.

Maulid Tanda Kecintaan

Sementara dalam ceramah hikmah maulid, ustadz Erwin Baharuddin mengemukakan alasan kenapa kita memperingati maulid nabi. Menurut dia, maulid itu adalah bentuk kecintaan dan
ekspressi kegembiraan umat kepada nabi Muhammad SAW atas kelahirannya.

Dan nabi Muhammad sendiri memperingati hari kelahirannya pada hari Senin dengan cara berpuasa. Dan maulid itu sendiri bukan menjadi bagian dari syariat pokok melainkan kegiatan yang mengandung syiar agama Islam yang bernilai ibadah.

Dia mengungkapkan sejumlah dalil yang menepis tuduhan bahwa maulid adalah bid’ah, diantaranya QS. 10:58, QS. 11:120, QS. 21:107, QS. 33:56.
“Jadi maulid nabi Muhammad SAW adalah bukan bid’ah. Dengan maulid di dalamnya terkandung sejarah, serta mendorong kita untuk bershalawat kepada nabi Muhammad SAW dan berzikir kepada Allah SWT,” ujar ustadz Erwin.

Pada bagian akhir ceramahnya, ustadz Erwin menyorot surah 80 ‘Abasa ayat 1 yang menurutnya terdapat perbedaan tafsir terjemahan Departemen Agama RI yang dibuat pada tahun 1950-an dengan tafsir pada tahun 1990-an.

Dia lebih condong menerima tafsir al qur’an yang dibuat pada tahun 1950-an.

“Sekarang ini ayat itu diartikan dengan kalimat Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, sehingga dapat membingungkan umat,” kata Erwin.

Menurutnya, kalimat
"Dia (Muhammad)", seharusnya "dia (Al Walid, adalah orang ke tiga tunggal) bermuka masam dan berpaling."

Karena itu, tafsir tersebut perlu direvisi sebab mengandung arti kesombongan atau keangkuhan yang bertentangan dengan ahlak nabi Muhammad SAW.
(Iskandar)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
| Design Editor by RhynaldKing
Copyright © 2014. Komando Plus - All Rights Reserved
Mitra Media Rakyat Sulawesi
Template Design by Creating Website Published by Mas Template